Showing posts with label Nasehat. Show all posts
Showing posts with label Nasehat. Show all posts

Thursday, February 20, 2014

Traning VMWare Berujung ke Nostalgia Nge-Blog

Halooo,

Yak, Alhamdulillah keingetan ngeblog lagi.

Kali ini mau cerita tentang pengalaman semingguan ini, 4 hari tepatnya antara tanggal 18-21 Februari 2014. Ngapain aja empat hari itu? Tepatnya di hari ketiga saya menulis pengalaman saya melaksanakan tugas negara yakni pelatihan VMWare.

Apa sih VMWare? baiknya googling sendiri atau cari referensi yang sudah banyak beredar. Tapi saya merekomendasikan teman-teman langsung ke suhu vmware indonesia yaitu mas vavai di alamat vavai.net. Kebetulan training empat hari ini saya langsung ditraining oleh mas vavai.

Jadi, cerita kali ini adalah pengalaman saya training dengan mas vavai namun berujung ke nostalgia blog. Menurut cerita beliau, yang ceritanya saya kagumi, beliau menjalankan bisnisnya yang sekarang ini di www.excellent.co.id adalah hasil dari hobi dia. Apa hobinya?

Ternyata yang saya tangkap, hobi utamanya bukanlah atur jaringan komputer, utakatik zimbra, vmware, dll. Tapi hobi yang paling utama adalah sharing atau berbagi. Dengan hobinya ini mas vavai dapat dengan mudah menjangkau target marketnya dan berhasil menjalankan usaha sendiri dengan keluar dari kerjaan kantoran.

Dimana sharingnya? ya blog, ya internet.

jadi, kebiasaan ngeblog seharusnya jangan ditinggalkan. Kita memang saat ini sudah diguncang oleh aplikasi sosial media micro-blogging. Namun keterbatasan microblogging adalah kita sebagian besar hanya jadi penonton saja dan malah berbagi konten-konten negatif dengan teman-teman kita.

Jadi, ngeblog lagi yuk!!!

Wednesday, November 19, 2008

9 Matahari

Sabtu pekan lalu saya dan seorang teman pergi ke sebuah pameran buku rutin di bilangan Senayan. Rencana kepergian itu sudah saya buat sejak beberapa pekan sebelumnya. Awalnya ingin berangkat ke sana hari Jum'at langsung dari kantor, tetapi karena waktu itu cuaca tidak mendukung, saya urungkan niat tersebut dan mengubahnya menjadi hari esoknya.

Agenda pada hari Sabtu kemarin memang relatif padat buat saya. Pagi harinya saya harus menjadi pengajar IT dulu bagi guru-guru SMA untuk acara Compfest Fasilkom. Namun, karena saya diminta untuk mengisi kembali pada sesi siangnya, akhirnya saya baru bisa berangkat pada sore harinya. Kebetulan siang itu juga teman yang ingin ikut belum datang ke Kampus.

Tidak berbeda dengan hari Jum'at. ternyata awan hitam pun masih setia menyelimuti Jakarta dan Depok. Ada keinginan untuk merubah jadwal kembali menjadi hari Minggu. Tetapi mengingat hari Minggu adalah hari khusus saya untuk berkonsentrasi pada skripsi, saya mengurungkan niat tersebut dan berlarilah saat itu juga saya ke Senayan sebelum hujan turun.

Di perjalanan, ternyata saya tak seberuntung yang saya harapkan. Hujan pun turun mulai dari skala kecil hingga sangat besar tak jauh sejauh 3 KM saya meninggalkan kampus. Ada keinginan untuk meneduh sebentar, tapi entah kenapa saat itu saya memang tak ingin berhenti. Sebuah kejadian yang tak biasa. Dalam hujan yang besar saya juga tidak berhenti.

Alhasil saya harus melewati perjalanan panjang menyusuri ibukota Jakarta yang terkenal macet apalagi saat Hujan. Menembus hujan yang seakan mengajak saya untuk berhenti. Menghiraukan kilat yang sudah semakin menjadi-jadi. Dan tak lupa tentunya meyusuri sungai-sungai yang tiba-tiba saja baru terbuat. Jakarta tenggelam.

"Insya Allah, buahnya manis". Kata-kata itu yang terucap dalam pikiran saya dalam perjalanan. Kata-kata penyemangat dalam menyusuri kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Namun saya berkeyakinan saya akan menemukan sesuatu yang hebat di sana. Dan benar saja. Menurut saya saya menemukan sesuatu yang hebat di sana. Walaupun saya mendapat musibah setelah itu: Tas saya basah(beberapa buku penting ikut basah), dan Helm raib entah kemana(untung motornya tidak, padahal kuncinya sempat tertinggal :P).

9 Matahari

Dua buku saya beli pada pameran buku tersebut. Salah satunya adalah 9 Matahari. Sebuah novel yang saya rasa dapat memberikan inspirasi kepada saya. Walaupun tetap agak aneh ketika orang yang sedang bergelut dengan skripsi mecoba mencari kesibukan lain. Tapi ya itu, Sang Maha Pencipta memang mempunyai banyak cara untuk menunjukan tanda-tanda kebesaran-Nya.

Impianku...oh aku sudah memberikan nyawa. Aku mnghidupkannya dalam hari-hariku. Ketika membuka mataku saat mengawali hari, aku menyapanya. Seperti aku menyapa matahari. Ketika beraktivitas, aku biarkan dia menyelusup ke dalam hatiku, mengintip perasaanku, dan membiarkannya berteriak bahwa ia menungguku. Aku meletakkannya dalam takhta tertinggi pikiranku. Mengalirkan lewat darahku. Membiarkan semua partikel dalam tubuhku merasakan sensasinya. Aku biarkan tanganku meraba sebentar seperti apa wujudnya. Merasakan setiap detail keindahannya. Aku biarkan hasratku semakin berkembang pesat. Tumbuh...tumbuh menjulang tinggi...Menyentuh langit, mendekati matahari...Impianku seperti pohon yang menjulang tinggi. Puncaknya menembus awan. Tapi akarnya menancap tanah. Aku membiarkan impianku itu tertanam jauh dalam hatiku. Ragaku ada di bumi, tapi kubiarkan jiwaku melesat. bersamanya jauh...Kuikuti kemana pun aku bermain...Terbang...terbanglah melayang tinggi...Seperti layang-layang yang diulur dan menari di atas sana. Kubiarkan dirimu meliuk dilihat semua mata...Sampaikan bahwa aku ADA!

Itulah sepenggal kata dalam novel 9 Matahari. Novel yang pada awalnya saya pikir memiliki cerita yang standar tetapi saya sadar bahwa setiap detail dari novel tersebut tersirat banyak arti. Kisah perjuangan mahasiswa dalam menuntut ilmu memang banyak. Dan Mba Adenita dengan baik memainkan alur cerita tentang drama potret kesulitan ekonomi akan sebuah pemenuhan terhadap cita-cita. Dahyat!!! menurut saya. Apalagi ditambah kemampuan hebat mba Adenita dalam merangkai kata. Tak heran karena toh dia sudah belajar dengan baik dan memperjuangkan menulis sebagai hobby.

Aku si calon sarjana

Agak tergelitik membaca kalimat tersebut di atas. Entah kebetulan atau apa, ada semangat yang sama dari buku ini dengan saya, yaitu lulus. Kata-kata percakapan Matari dan Arga terasa seperti sedang menasehati saya:

Lu juga hebat lagi, Tar, kita semua hebat. satu hal yang gue dapet di jalan, sukses itu bukan monopoli orang-orang tertentu kok. Kita juga berhak mendapatkannya. Kita harus menciptakannya, Tar!Matahari...Inget impian kita, kita harus menjadi matahari buat keluarga dan orang-orang di sekitar kita. Ayo Tar, kita bisa. Bukan berarti keberadaan lu di CTV saat ini tersisihkan, tapi kita semua tahu lu sedang berusaha keras mewujudkan impian lu. Kita semua juga di sini begitu. Semua berusaha masing-masing di jalannya tapi dengan satu semangat yang selalu bersama. Fokus aja sama skripsi lu ya, Tar. Jangan ngurusin yang lain-lain dulu. Kesempatan yang ada jangan disia-siain. Lu harus bikin prioritas hidup karena orang yang peduli sama prioritas hidupnya, ibarat orang yang sedang berlari, sampai ke tujuannya lebih cepat. Terus sering-sering declare juga prioritas hidup lu itu supaya makin sering diucapkan, makin nempel di kepala.

Dan sepertinya dari nasehat tersebut saya harus menjalankannya. Deadline kurang lebih satu bulan lagi. Dan saya harus mendapatkan gelar tersebut. Saya harus bisa meraihnya sebelum waktu saya habis. Saya harus bisa mengambil pelajaran dari novel ini. Untuk nilai 9 untuk saya. Demi menjadi matahari bagi keluarga, teman, dan masyarakat. Saya harus bisa.

Terima kasih untuk mba Adenita yang telah menceritakan kisahnya kepada saya. Saya sadar cerita tersebut mungkin memang berdasarkan pengalaman pribadi plus penyedap kata. dari kesadaran itu, tak terasa semua pembaca tiba-tiba seakan-akan menjadi teman curhat Matari, yang tak lain adalah Adenita itu sendiri, benar kan? :p

Kembali dari kisah hujan, ya saya sudah mendapatkan buah manisnya. dan buah manis ini akan menjadi bekal semangat dalam detik-detik perjuangan akhir di Fasilkom(Insya Allah). Teringat ilmu ikhlas yang sudah saya pelajari:

...., Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS:2:216)

~Kembali ke skripsi dulu ya... :p

Wednesday, May 14, 2008

Penjual gelembung

Bapak itu sama seperti bapak yang lainnya
Mukanya hitam
tekstur berkerut tak kencang
mata berair

Ribuan kilometer dia jalani sama seperti bapak yang lainnya
kakinya tangguh
Betis berlapis-lapis
telapak kaki lebar

hanya kotak sabun dan topi yang dia bawa hari itu
sama seperti bapak lainnya
kotaknya kecil
topinya lusuh

senin sampai senin selanjutnya dia seperti orang yang bingung
hanya menjual gelembung
merasa kerjaannya tanggung
karena dia memang orang kampung

menjual gelembung adalah usaha yang dianggap sia-sia

Thursday, May 01, 2008

Victory

You are the Man who used to boast
that you'd achieve the uttermost,
some day.

You merely wished to show,
to demonstrate how much you know
and prove the distance you can go..

Another year we've just passed through.
What new ideas came to you?
How many big things did you do?

Time left twelve fresh months in your care
how many of them did you share
with opportunity and dare
again where you so often missed?

We do not find you on the list of makers good.
explain the fact!
Ah No, 'Twas not the chance you lacked!
As usual - you failed to act!

by Herbert Kauffman

Monday, March 24, 2008

Tafsir Surat Al 'Ashr

Penulis: Buletin Al Ilmu Jember

Para pembaca yang mulia –semoga Allah membuka segala pintu kebaikan kepada kita– untuk edisi kali ini kami akan mengulas tafsir surat terpendek dari Al Qur’an yaitu surat Al Ashr. Allah berfirman:

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)

Kedudukan Surat Al ‘Ashr

Al Qur’an adalah kalamullah (firman Allah) sebagai pedoman dan petunjuk ke jalan yang lurus bagi umat manusia. Allah berfirman (artinya):
“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus.” (Al Israa’: 9)

Sehingga semua ayat-ayat Al Qur’an memiliki kedudukan dan fungsi yang agung. Demikian pula pada surat Al ‘Ashr, terkandung di dalamnya makna-makna yang amat berharga bagi siapa saja yang mentadabburinya (memahaminya dengan seksama).

Al Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi’i menegaskan tentang kedudukan surat Al ‘Ashr, beliau berkata:

لَوْ تَدَبَّرَ النَّاسُ هَذِهِ السُّوْرَةَ لَوَسِعَتْهُمْ

“Sekiranya manusia mau memperhatikan (kandungan) surat ini, niscaya surat ini akan mencukupkan baginya.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir pada Surat Al ‘Ashr)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan bahwa perkataan Al Imam Asy Syafi’i itu adalah tepat karena Allah telah mengkhabarkan bahwa seluruh manusia dalam keadaan merugi (celaka) kecuali barang siapa yang mu’min (beriman) lagi shalih (beramal shalih) dan ketika bersama dengan yang lainnya saling berwasiat kepada jalan yang haq dan saling berwasiat di atas kesabaran. (Lihat Majmu’ Fatawa, 28/152)

Keutamaan Surat Al ‘Ashr

Al Imam Ath Thabrani menyebutkan dari Ubaidillah bin Hafsh, ia berkata: “Jika dua shahabat Rasulullah bertemu maka keduanya tidak akan berpisah kecuali setelah salah satu darinya membacakan kepada yang lainnya surat Al ‘Ashr hingga selesai, kemudian memberikan salam.” (Al Mu’jamu Al Ausath no: 5097, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani di dalam Ash Shahihah no. 2648)

Kandungan Surat Al ‘Ashr

Pada ayat pertama: ((وَالْعَصْرِ
Allah bersumpah dengan al ‘ashr yang bermakna waktu, zaman atau masa. Pada zaman/masa itulah terjadinya amal perbuatan manusia yang baik atau pun yang buruk. Jika waktu atau zaman itu digunakan untuk amal kebajikan maka itulah jalan terbaik yang akan menghasilkan kebaikan pula. Sebaliknya jika digunakan untuk kejelekan maka tidak ada yang dihasilkan kecuali kerugian dan kecelakaan.

Rasulullah bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌمِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Dua kenikmatan yang kebanyakan orang lalai di dalamnya; kesehatan, dan waktu senggang” (HR. At Tirmidzi no. 2304, dari shahabat Abdullah bin Abbas)

Kemudian di hari kiamat kelak Allah akan menanyakan tentang umur seseorang, untuk apa dia pergunakan? Sebagaimana hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh shahabat Abdullah bin Mas’ud, beliau bersabda:

لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أَبْلاَهُ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ

“Tidaklah bergeser telapak kaki bani Adam pada hari kiamat dari sisi Rabb-nya hingga ditanya tentang lima perkara; umurnya untuk apa ia gunakan, masa mudanya untuk apa ia habiskan, hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan, dan apa yang ia perbuat dengan ilmu-ilmu yang telah ia ketahui. (HR. At Tirmidzi no. 2416 dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani di dalam Ash Shahihah no. 947)

Kemudian Allah menyebutkan ayat berikutnya:

إِنَّ الإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi.”

Lafazh al insan pada ayat di atas secara kaidah tata bahasa Arab mencakup keumuman manusia tanpa terkecuali. Allah tidak memandang agama, jenis kelamin, status, martabat, dan jabatan, melainkan Allah mengkhabarkan bahwa semua manusia itu dalam keadaan celaka kecuali yang memilki empat sifat yang terdapat pada kelanjutan ayat tersebut.

Kerugian yang dimaksud dalam ayat ini bermacam-macam, bisa kerugian yang bersifat mutlak, seperti keadaan orang yang merugi di dunia dan di akhirat, yang dia kehilangan kenikmatan dan diancam dengan balasan di dalam neraka jahim. Dan bisa juga kerugian tersebut menimpa seseorang akan tetapi tidak mutlak hanya sebagian saja. (Taisir Karimirrahman, karya Asy Syaikh Abdurrahman As Sa’di)

Pertama: Keimanan

Sifat yang pertama adalah beriman, diambil dari penggalan ayat:

إِلاَّ الَّذيْنَ ءَامَنُوْا

“Kecuali orang-orang yang beriman”

Iman adalah keimanan terhadap seluruh apa yang Allah perintahkan untuk mengimaninya, dari beriman kepada Allah, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, malaikat-malaikat-Nya, hari akhir, dan beriman kepada takdir, serta segala sesuatu yang dapat mendekatkan kepada Allah dari keyakinan-keyakinan yang benar dan ilmu yang bermanfaat.

Penggalan ayat di atas memiliki kandungan makna yang amat berharga yaitu tentang kewajiban menuntut ilmu agama yang telah diwariskan oleh Nabi.

Mengapa demikian? Tentu, karena tidaklah mungkin seseorang mencapai keimanan yang benar dan sempurna tanpa adanya ilmu pengetahuan terlebih dahulu dari apa yang ia imani dari Al Qur’an dan As Sunnah.
Allah berfirman (artinya):

“Allah bersaksi (bersyahadat untuk diri-Nya sendiri) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia (Allah), para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga bersyahadat yang demikian itu), …” (Ali Imran: 19)

Dalam ayat yang mulia ini Allah menggandengkan syahadat orang-orang yang berilmu dengan syahadat untuk diri-Nya sendiri dan para Malaikat-Nya. Padahal syahadat laa ilaaha illallaah merupakan keimanan yang tertinggi. Hal ini menunjukkan tingginya keutamaan ilmu dan ahli ilmu. Bahkan para ulama menerangkan bahwa salah satu syarat sahnya syahadat adalah berilmu, yaitu mengetahui apa ia persaksikan. Sebagaimana firman Allah:

إِلاَّ مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَ هُمْ يَعْلَمُوْنَ

“Kecuali barangsiapa yang bersyahadat dengan haq (tauhid), dalam keadaan mereka mengetahuinya (berilmu).” (Az Zukhruf: 86)

Sehingga tersirat dari penggalan ayat:

إِلاَّ الَّذيْنَ ءَامَنُوْا

kewajiban menimba ilmu agama. Terlebih lagi Rasulullah menegaskan dalam haditsnya:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu (agama) adalah fardhu (kewajiban) atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah no. 224)

Kedua: Beramal shalih

Sifat yang kedua adalah beramal shalih, diambil dari penggalan ayat (artinya):

وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ

“Dan beramal shalih.”

Amalan shalih itu mencakup amalan zhahir yang dikerjakan oleh anggota badan maupun amalan batin, baik amalan tersebut bersifat fardhu (wajib) atau pun bersifat mustahab (anjuran).

Keterkaitan antara iman dan amal shalih itu sangatlah erat dan tidak bisa dipisahkan. Karena amal shalih itu merupakan buah dan konsekuensi dari kebenaran iman seseorang. Atas dasar ini para ulama’ menyebutkan salah satu prinsip dasar dari Ahlus Sunnah wal jama’ah bahwa amal shalih itu bagian dari iman. Iman itu bisa bertambah dengan amalan shalih dan akan berkurang dengan amalan yang jelek (kemaksiatan).

Oleh karena itu, dalam Al Qur’an Allah banyak menggabungkan antara iman dan amal shalih dalam satu konteks, seperti dalam ayat ini atau ayat-ayat yang lainnya. Diantaranya firman Allah (artinya): “Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An Nahl: 97)

Berkata Asy Syaikh Abdurrahman As Sa’di: “Jika dua sifat (iman dan amal shalih) di atas terkumpul pada diri seseorang maka dia telah menyempurnakan dirinya sendiri.” (Taisir Karimirrahman)

Ketiga: Saling menasehati dalam kebenaran

Merupakan salah satu dari sifat-sifat yang menghindarkan seseorang dari kerugian adalah saling menasehati diantara mereka dalam kebenaran, dan di dalam menjalankan ketaatan kepada Allah serta meninggalkan perkara-perkara yang diharamkan-Nya.
Nasehat merupakan perkara yang agung, dan merupakan jalan rasul di dalam memperingatkan umatnya, sebagaimana Nabi Nuh ketika memperingatkan kaumnya dari kesesatan: “Dan aku memberi nasehat kepada kalian.” (Al A’raaf: 62).

Kemudian Nabi Hud yang berkata kepada kaumnya: “Aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu.” (Al A’raaf: 68)

Dengan nasehat itu maka akan tegak agama ini, sebagaimana sabda Rasulullah di dalam haditsnya:

الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ

“Agama ini adalah nasehat” (H.R Muslim no. 90 dari shahabat Tamim Ad Daari)

Bila nasehat itu mulai kendor dan runtuh maka akan runtuhlah agama ini, karena kemungkaran akan semakin menyebar dan meluas. Sehingga Allah melaknat kaum kafir dari kalangan Bani Israil dikarenakan tidak adanya sifat ini sebagaimana firman-Nya (artinya): “Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka perbuat.” (Al Maidah: 79)

Demikian pula orang-orang munafik yang diantara mereka saling menyuruh kepada perbuatan mungkar dan melarang dari perbuatan yang ma’ruf, Allah telah memberitakan keadaan mereka di dalam Al Quran, sebagaimana firman-Nya (artinya): “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian mereka dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh kepada perbuatan yang mungkar dan melarang dari perbuatan yang ma’ruf.” (At Taubah: 67)

Keempat: Saling menasehati dalam kesabaran

Saling menasehati dalam berbagai macam kesabaran, sabar di atas ketaatan terhadap Allah dan menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya, sabar terhadap musibah yang menimpa serta sabar terhadap takdir dan ketetapan-Nya.

Orang-orang yang bersabar di atas kebenaran dan saling menasehati satu dengan yang lainnya, maka sesungguhnya Allah telah menjanjikan bagi mereka pahala yang tidak terhitung, Allah berfirman (artinya): “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az Zumar:10)

Jika telah terkumpul pada diri seseorang keempat sifat ini, maka dia telah mencapai puncak kesempurnaan. Karena dengan dua sifat pertama (iman dan amal shalih) ia telah menyempurnakan dirinya sendiri, dan dengan dua sifat terakhir (saling menasehati dalam kebenaran dan dalam kesabaran) ia telah menyempurnakan orang lain. Oleh karena itu, selamatlah ia dari kerugian, bahkan ia telah beruntung dengan keberuntungan yang agung. Wallahu A’lam.

Penutup

Demikianlah para pembaca sedikit dari apa yang kami sampaikan mengenai tafsir Surat Al ‘Ashr semoga dapat memberikan bimbingan kepada kita semua di dalam menempuh agama yang telah diridhai oleh Allah ini. Dan tentunya kita berharap agar dapat memiliki 4 sifat yang akan menyelamatkan kita dari kerugian baik di dunia maupun di akhirat. Amin, Ya Rabbal ‘alamin.

Sumber: http://www.assalafy.org/artikel.php?kategori=tafsir=1

Friday, March 21, 2008

Siapkan Apa yang Akan Anda Petik

Maha Suci Allah Yang telah menurunkan Islam melalui Rasul-Nya yang mulia. Islam menjadi bukan sekadar indah. Tapi, mudah dan penuh berkah. Seperti halnya hujan, siraman Islam mampu menumbuhkan bibit-bibit kebaikan yang pernah dianggap mati. Setiap orang akan menuai apa yang ditanam Tidak semua orang mampu berpikirpanjang. Apalagi dengan perhitungan yang teliti. Itulah kenapa tidak sedikit yang melakukan sesuatu cuma buat keuntungan sesaat. “Yang penting saya untung, peduli amat orang lain!”
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri….”(Al-Isra’:7)
Padahal, alam mengajarkan bahwa aksi sama dengan reaksi. Apa yang diterima alam, itulah yang akan diberikan ke manusia. Ada banjir karena keseimbangan alam terganggu: penebangan hutan, buang sampah ke sungai, dan lain-lain. Begitu pun dalam pergaulan sesama manusia. Kita akan menerima apa yang telah kita berikan. Jika kebaikan yang kita berikan, balasannya pun tak jauh dari kebaikan. Bahkan, mungkin lebih.

Para pedagang, baik barang dan jasa, paham sekali rumus ini. Kalau mereka ingin mendapat kebaikan dari konsumen, pancingannya pun dengan sesuatu yang baik. Ada pedagang yang menyediakan air minum kemasan gratis, keramahan para pelayan, bahkan ruangan khusus untuk menunggu. Mereka menganggap: konsumen adalah raja.

Dalam dakwah pun seperti itu. Dakwah akan diterima mudah jika seluruh kemasannya selalu baik: penyampaian yang santun, isi yang tidak meresahkan, perhatian yang tidak pernah putus, dan tentu saja, bukti kongkrit si penyampai yang selalu baik. Kalau ini yang terus bergulir, para pelaksana dakwah tidak perlu repot-repot mengarahkan ke mana suara umat saat partisipasi mereka dibutuhkan.

Jika kita tidak ingin keburukan, begitu pun orang lain Semua orang ingin mendapatkan yang baik. Begitu pun sebaliknya. Tak ada yang ingin dapat yang buruk. Cuma masalahnya, sikap itu tidak diiringi dengan aksi yang positif. Ketika dapat ingin yang baik, tapi saat memberi selalu yang buruk.

Sebenarnya, ketika seorang melakukan sesuatu yang buruk, saat itu juga ia sedang berharap ada keburukan yang akan ia terima. Disadari atau tidak. Sayangnya, jarang yang mau bercermin diri: apa yang telah saya lakukan. Lebih banyak mana: baik atau buruk. Baru kemudian, kenapa orang lain berbuat buruk pada saya?

Al-Qur’an bahkan mengajarkan untuk membalas keburukan dengan cara yang terbaik. Allah swt. berfirman dalam surah Fushilat ayat 34.
“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.”
Ini memang berat. Ajaran ini lebih tinggi dari sekadar kebaikan berbalas kebaikan, dan keburukan berbalas hal serupa. Lebih dari itu, memberikan reaksi dari sebuah keburukan dengan sudut pandang positif. Dan hasilnya sangat luar biasa. Keburukan bukan hanya hilang, tapi berganti dengan kebaikan.

Itulah yang dilakukan Rasulullah saw. saat penaklukan Mekah. Tak seorang pun yang ditakut-takuti, disiksa, atau hukum mati tanpa sebab. Justru, yang keluar dari mulut Rasulullah saw. adalah pengampunan dan perdamaian. Inilah yang menjadikan Mekah berubah seratus delapan puluh derajat. Drastis! Orang yang dulu memusuhi Islam menjadi pembela Islam.

Berpikirlah apa yang bisa diberikan, bukan yang diterima Semangat berbuat baik memang tidak akan tumbuh dari mereka yang punya sikap pasif. Ketika yang dipikirkan seseorang cuma bagaimana menerima, darimana datangnya penerimaan; seluruh otot aktivitasnya menjadi mandul. Semangat berbuat baiknya sudah mati sebelum fisiknya benar-benar mati.

Tentunya, sulit mendapatkan sesuatu yang positif dari orang tipe ini. Jangankan membalas keburukan dengan kebaikan, mengawali kebaikan pun terasa berat. Semua aktivitasnya terkungkung dalam kalkulator sempit. Hitungannya selalu pada keuntungan materi sesaat. Bukan sesuatu yang lebih mahal dari sekadar materi. Antara lain, ketenangan, keharmonisan, cinta dan persaudaraan.

Tokoh Anwar Ibrahim mungkin salah satu contoh baik. Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia ini pernah difitnah secara keji. Tidak tanggung-tanggung, ia dituduh pelaku korupsi dan kejahatan homoseksual. Namun, seluruh warga tempat tinggalnya siap menjadi saksi: bahwa Anwar mustahil seperti yang dituduhkan. Itulah buah baik yang selama ini telah ditanam Anwar. Masyarakat sekitarnya, tanpa diminta pun, siap menjadi pembela.

Siapkan awal buat akhir, bukan sebaliknya Seorang mukmin punya visi tersendiri tentang amal kebaikan. Kebaikan bukan sekadar tuntutan pergaulan universal, tapi sebagai bekal di hari kemudian. Itulah investasi atau tabungan yang tidak pernah rugi.

Allah swt. berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Hasyr:18)
Masalahnya, kesadaran itu kadang larut dengan gemerlap dunia materialistis. Kebaikan bergeser dari tabungan buat akhirat menjadi hitung-hitungan untung rugi. Berapa yang telah dikeluarkan, dan berapa yang akan diterima. Inilah akhirnya, orang menjadi miskin bekal. Jika itu yang terjadi, kesudahan selalu berujung pada penyesalan.

Maha Benar Allah swt. dalam firman-Nya,
“Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Al-Zalzalah:7-8)
~syukron katsiron buat mas beny

Sunday, January 20, 2008

Pemimpin Sejati

Pemimpin sejati tidaklah dihitung berapa banyak jumlah pengikutnya
tetapi pemimpin sejati dihitung dari berapa banyak orang yang sudah
dibebaskan dari belenggu kejumudannya. Itulah sebabnya dalam sejarah
peradaban umat manusia selalu mencatat nama orang-orang yang
berpenampilan sederhana namun melakukan tindakan-tindakan kecil yang
memiliki pengaruh besar bagi orang lain yaitu dengan membebaskan
manusia dari segala bentuk perbudakan.

Pemimpin sejati tidak pernah dipusingkan dengan jumlah pengikutnya
yang kian surut, pemimpin sejati tidak pernah menumpahkan darah hanya
karena berebut pengikut. Pemimpin sejati adalah mereka, orang-orang
yang duduk damai dalam kesendiriannya disetiap jari sibuk berbuat dan
bertindak yang tiap langkah dan tindakannya selalu mengilhami orang
lain untuk selalu mencintai dan melayani sesama.

Kehidupan yang selalu dikelilingi pengikut banyak, berkelimpahan
materi, semua apa yang diucapkan seolah sabda yang mengikat, siapa
yang tak tergoda oleh itu semua? Tapi tidak bagi mereka yang telah
menemukan diri sejatinya. Baginya kepuasaan hidup yang dimilikinya
adalah ketika dia hidup mencintai dan melayani sesama sebagaimana yang
dilakukan baginda Nabi SAW menyuapi seorang pengemis buta yang selalu
mengatakan bahwa Muhamad adalah orang yang paling dia benci.

Namun setiap pagi Baginda Nabi SAW mendatanginya dengan membawa
makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Nabi SAW menyuapi makanan
yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu
berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Nabi SAW
melakukannya hingga menjelang Beliau wafat. Setelah kewafatan
Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi
kepada pengemis buta itu dan pengemis buta itu juga tidak tahu bahwa
yang menyuapinya setiap hari adalah orang yang dia benci.

Itulah pemimpin sejati tidak disibukkan dengan organisasi, tidak
disibukkan dengan jumlah pengikut namun disibukkan dengan langkah dan
tindakan mencintai dan melayani yang mengilhami saya dan anda.


syukron buat mas agus syafii
http://agussyafii. blogspot. com

Saturday, October 27, 2007

21 Masa Mentari

Masih teringat seperti baru kemarin
Seonggok daging ini baru bisa berjalan
sekumpulan anugerah Allah swt ini baru bisa berbicara
Sebuah penciptaan yang sempurna yang baru bisa mengerti dunia

baru kemarin
dan sekarang, hari ini
menjadi tingkatan baru dalam hidup

ingatan ini bagaikan tersamar hebat
tersamarkan oleh gelapnya dunia
gelap yang mengisi dan membungkus rapi
setiap relung jiwa yang ada

Entah, bingung dan aneh
setiap bisikan jiwa dan belaian pikiran
mengapa selalu terpaku dalam kekangan masa lalu

21 masa mentari
masa yang telah lewat
telah berputar dengan hebat
dan takkan bisa kembali

21 masa mentari
semoga saja masih banyak putaran yang lain
hingga banyak masa memperbaiki diri

waktu kemarin tak dapat dipegang
esok tak dapat diraih

kemarin dan hari ini adalah amal
esok adalah hisab

21 masa mentari
terima kasih ya Allah

semoga panjang umur, sehat selalu
diberikan kemudahan dalam segala urusan
makin bijaksana
serta menjadi orang yang lebih baik tiap harinya

21 masa mentari
puji syukur kepadamu ya Allah

kutuliskan setiap kesusahan dan kesedihan di atas pasir
kubiarkan angin keikhlasan membawanya jauh dari ingatan
biarkan catatan itu hilang bersama menyebarnya pasir ketulusan
La Takhof wa La tahzan

21 masa mentari
sungguh waktu terbaik ini hanya patut dipersembahkan untuk Allah

Akan kubuat orang bangga
Akan kujadikan diriku bermanfaat untuk orang lain
Akan kujadikan setiap tetes air mata ini
menjadi berarti bagi orang lain

21 masa mentari
tak ada yang patut disembah selain Allah swt

Semoga semakin bertambahnya kecepatan perputaran mentari
membuat diri ini makin bijaksana
dan selalu mendapat ridho dan berkah
dari Allah SWT

21 masa mentari
sungguh ini baru sepertiga dari umur Rasullullah SAW
dan sholawat serta salam selalu tercurah padanya

semoga diri ini masih dalam lingkaran perputaran iman dan taqwa
semoga banyak periode yang mendapat curahan berkah Allah SWT

21 masa mentari
masa bermain dan belajar

Akan kuhapus gelisah dengan dzikir
Akan kubunuh himpitan hidup dengan doa
Akan kusambut kematian dengan taubatan nasuha

21 masa mentari
sungguh masa dimana bulan akan mengucapkan salam pada sang surya

Tak akan kuhentikan waktu ini
Tanpa memberi arti pada dunia
karena
hidup bagi seorang ukmin adalah siklus untuk menjadi baik tanpa kenal putus

21 masa mentari
panjang pendeknya periode ini hanya milik Allah azza wa jalla

semoga semakin baik menjadi seorang
anak
kakak
mahasiswa
hamba Allah
masyarakat biasa
ketua BEM

21 masa mentari
sungguh panjang perjalanan ini

semoga terkabul..amin
dengan semangat perubahan dan semangat kebermanfaatan



*NB: 21 masa mentari diinspirasikan oleh sebuah puisi yang saya lupa URLnya dimana :)

Wednesday, October 03, 2007

Teladan Seorang Pemimpin


Teladan adalah sifat yang harus ada dalam jiwa setiap pemimpin. Keteladanan merupakan satu kata kuno dan klasik yang tidak pernah lekang ditelan zaman dan modernisasi ilmu untuk mengubah tingkah laku seseorang. Keteladanan juga merupakan kunci keberhasilan kepemimpinan seseorang. Keteladanan sangat erat kaitannya dengan pelayanan dan kerendahan hati.

Merilis apa yang pernah dikatakan Zig Ziglar dalam bukunya Something Else to Smile About(2001) bahwa ketika keteladanan sudah dapat dijalankan dengan baik, maka sebenarnya kita tidak perlu terlalu pusing lagi untuk memeriksa apakah aturan sudah dijalankan atau tidak, karena pelaksanaan aturan yang konsisten dimulai dari proses keteladanan yang dilaksanakan oleh pemimpin lininya. Keteladanan sudah menyatu dalam proses pengawasan.

Pemimpin yang memiliki teladan mampu mencetak pemimpin baru tanpa merasa harus disaingi. Baginya bukan "macho" yang penting (hal-hal yang bersifat kewenangan, kekuasaan, dan asesoris jabatan yang dipegangnya), melainkan "maestro" yang paling utama (bisa tidak, ia mengerjakan pekerjaan yang dibebankan pada dirinya).
"Janganlah lupa bahwa apa yang tidak anda hargai, tidak akan dihargai, bahwa apa yang tidak anda ingat tidak akan diingat, bahwa apa yang tidak anda ubah tidak akan berubah, bahwa apa yang tidak anda kerjakan tidak akan dikerjakan. Anda bisa kalau mau, membentuk masyarakat yang pemimpinnya, entah bisnis atau politik, tidak terlalu terobsesi dengan uang dan jabatan. Pertanyaan sesunguhnya, bukanlah soal apa yang harus diperbuat, melainkan sekadar kemauan untuk melakukannya"-Alexander M.Sauders Jr-
Pemimpin yang mampu memberikan teladan tidak hanya memikirkan keselamatan posisinya sendiri, di atas semua itu ia akan selalu memberikan teladan yang baik untuk mengembangkan timnya agar lebih produktif lagi. Bahkan pemimpin ini akan memiliki tanggung jawab yang besar jika timnya gagal mencapai target kerja yang sudah disepakati. Pemimpin ini juga tidak sungkan-sungkan mengundurkan diri dari jabatannya, jika memang ia gagal memimpin timnya dengan baik.

Dalam islam, keteladanan bisa diperoleh dari apa-apa yang dilakukan Rasulullah saw dalam menjalankan hidupnya. Bagi para pemimpin yang beragama islam wajib hukumnya dalam mengambil teladan dan mengidolakan beliau.Sesuai dengan firman Allah SWT berikut:



Dan sekarang adalah saatnya bagi kita masing-masing pemimpin untuk bisa memberikan teladan dari kita agar kepemimpinan kita dapat menjadikan rasa kebermanfaatan tertuang dalam hati sanubari tiap-tiap orang yang kita pimpin. Sesungguhnya tiap diri kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin wajib bertanggungjawab tentang apa yang telah kita lakukan di dunia pada hari akhir nanti.

Selamat Memberikan Teladan!

-Adapted from "Fulfiling Life", Parlindungan Marpaung.


Sunday, August 19, 2007

Registrasi Akademik

Saat-saat seperti ini memang waktu yang memusingkan bagi para mahasiswa. Saat-saat dimana mahasiswa harus menentukan langkah awal dalam menjalani satu semester ke depan.Tak pelak, momen inipun yang menjadikan setiap kesalahan di masa datang selalu mencoba mengkambinghitamkan masa-masa seperti ini. Saya sendiri sebagai penulis sering merasakan hal seperti itu. Tapi,inginnya tak mau seperti itu lagi dan ingin terus merencanakan hidup ini agar lebih teratur.

Siapa yang tidak mau teratur? kamu? dia? mereka?
Tentunya tidak ada yang tidak mau teratur.Penjahat pun pasti ingin teratur dalam menjalankan aksinya. Karena dengan merencanakan yang terbaik tentunya kita akan memperoleh hasil yang terbaik pula, hal yang berbeda akan kita dapatkan jika kita tidak merencanakan dengan baik.

Semua orang pasti ingin meninggalkan yang buruk dari dirinya. Sama seperti saya,saya pun ingin. Tapi memang jalan menuju ke sana penuh rintangan. Tapi rintangan itulah yang membuat kita lebih kuat.

"Keberhasilan bukan diukur dari posisi yan telah dicapai seseorang dalam kehidupan, melainkan dari rintangan-rintangan yang diatasinya saat berusaha untuk berhasil. Di sinilah kehidupan."-Parlindungan Marpaung


Beralih kembali ke akademik. Kalau dulu di setiap awal semester, saya selalu berdoa yang kira-kira isinya seperti ini," Ya Allah jadikan setiap mata kuliah yang kuambil dapat kulalui dengan mudah dan lancar". Yah,kira-kira seperti itulah isinya.Manusia cenderung menginginkan yang mudah. Tapi kalau terus mendapatkan yang mudah kapan kita akan berkembang? mengingat waktu yang terus berjalan dan hidup yang terus berubah, maka kita harus senantiasa bisa beradaptasi dan meningkatkan kualitas diri ini.

Lain hulu lain belalang, lain dulu lain sekarang.(emg di hulu ada belalang ya?)
kali ini mau berubah.Dan kira-kira isi doanya seperti ini," Ya Allah,berikanlah aku kekuatan untuk menghadapi setiap ujian yang kau berikan padaku, dan berikan aku kekuatan pula untuk menghadapi dan menjalani setiap mata kuliah yang kuambil." mungkin sekilas doa ini tidak berbeda jauh dengan yang di atas.Yang pertama langsung menginginkan kemudahan dan yang kedua pun secara tidak langsung meminta untuk diberi kemudahan pula. Tapi doa yang kedua intinya adalah pada penekanan Kekuatan,karena selama ini selalu menginginkan ujian yang mudah yang sesuai dengan kekuatan saat itu sementara kalau beitu-begitu saja tentunya diri ini tidak akan berkembang. Oleh karena itu, saya ingin diberi kekuatan unuk menghadapi semua ujian.Amin...

Hubunganya dengan akademik tentunya di masa registrasi ini saya akan mencoba untuk mengambil mata kuliah yang dulu menurut saya agak menakutkan.Tapi sepertinya mata kuliah itu patut dicoba.

"Kita tidak akan pernah bisa mengukur betapa tingginya sebuah gunung,hingga kita sudah berada di puncaknya dan mengatakan bahwa sebenarnya tinggi gunung ini tidak seberapa"

~Mudah-mudahan tidak sekadar tulisan biasa
~Mudah-mudahan jadi pengingat(forever)
~gak enak sama temen yang bilang gini,"Ah, smile...sok-sok-an nyemangatin padahal sendirinya nggak semangat"


Tuesday, August 14, 2007

Penyakit Lahir dan Bathin

Lama juga nggak posting di blog...
Lama juga udah nggak sering akses internet...
Lama juga cerita-cerita yang mau diceritain mengendap di otak..

Tapi, akan dicoba untuk dikeluarkan satu persatu supaya gw sendiri nggak lupa akan perjalanan hidup ini, mungkin blog juga bisa mencerminkan milestone hidup.

Kali ini mau bicara penyakit...

Jasmani:
  • saat ini sedang batuk2(sepertinya agak parah) kayaknya gara-gara deket-deket tanto nih
  • sering pegel-pegel, , sempet dibilang encok sama temen(emangnya gw udah tua)
  • migrain sering berkunjung
  • lambung semakin tidak bersahabat
  • pinggang sering ngilu(gw takut ginjal gw kenapa-kenapa)
  • mata udah burem
  • kadang-kadang sesak nafas

Bathin:
  • penyakit lupanya makin parah
  • kadang-kadang nggak konsisten
  • masih suka ngomongin orang
  • bohongin orang
  • cuek bebek
  • suka lirak-lirik sana-sini
  • sering iri
  • tidak perhatian sama rekan kerja
  • kalo kata sawi ember

Huff...banyak juga ya penyakitnya..
harus cari obat nih,, pertama mungkin gw bakalan check-in(lho??) check-up maksudnya..
harus dekat dengan si Dia, fokus pada niat awal...nggak boleh lupa!!!


Banyak memang jika dilihat secara mendalam lagi penyakit pada diri ini. ini mungkin yang terasa sekarang, tapi mungkin besok ada penyakit-penyakit yang lainnya yang muncul. Jadi Ingat kata AA ipur di tulisannya,"Nikmat saat ini merupakan pintu nikmat yang akan datang"..jadi cukup disyukuri dulu aja apa yang ada saat ini. Mungkin ini tanda Allah swt masih sayang sama seorang franova. Masih mendapatkan jiwa introvert dan ekstrovert pada saat yang berbeda.
Masih ingat dengan-Nya kala keadaan seperti ini. Ingin sekali tetap lurus pada jalan ini. Untung ada rindu yang masih setia menjaga. untung masih ada teman yang setia mengingatkan.

Tapi sekarang ada penyakit yang sedang menjadi fokus atau target penghancuran. Penyakit itu adalah "banyak bicara", "cuek bebek", "migrain" dan "dia".

Success is a mindset.Not a journey nor a destination.-jennie s bev
Semoga bisa menempuh perjalanan hidup ini dengan lancar..

Wednesday, May 02, 2007

Suatu Keputusan Bukan Keputus-asaan

Keputusan adalah hasil sebuah pemikiran. Analisa masalah dan pencarian solusi merupakan tahapan-tahapan dalam menentukan suatu keputusan. Dan manusia selalu dihadapkan dengan masalah yang selalu dibarengi dengan sebuah keputusan untuk mengatasi masalah tersebut. Kadangkala suatu keputusan bisa teramat cemerlang sehingga membuat seseorang dapat keluar dari masalah ataupun sukses dalam menempuh hidup ini. Tetapi keputusan pun bisa menjadi boomerang yang akan menambah masalah ke dalam kehidupan seseorang sehingga membuat orang tersebut semakin terpuruk.

Lalu keputus-asaan juga merupakan suatu keputusan. Keputusan untuk tidak menghiraukan suatu masalah. Sikap ini adalah suatu sikap yang diharamkan pada seseorang muslim. Manusia tidak boleh berputusasa. Putus-asa menjadikan setiap manusia sebagai budak setan yang selalu ingin melihat manusia sengsara dalam hidupnya.

Abstrak di atas merupakan sedikit intro dari sikap saya akhir-akhir ini. Sikap moody alias tidak punya prinsip selalu membayangi kemana kaki ini akan melangkah. Hal itu bisa dilihat dari emosi gw yang kadang-kadang meledak-ledak dan kadang-kadang lemah bagaikan tak bernyawa.

Semoga keputusan ini bukan merupakan keputus-asaan. Dan semoga keputusan ini bisa membuat saya dan FASILKOM UI lebih baik lagi. Amin.

surat Al Baqarah ayat 216:
"... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui"


~doakan saya ya teman-teman

Thursday, January 25, 2007

Besi untuk Gawang

Fuih...udah lama juga ngga nge-BLOG

Dan kali ini gw mau bercerita tentang perjalanan panjang mencari seonggok besi.

Bak seorang pengais besi, gw tertatih-tatih untuk menemukan suatu tempat yang benyak menyediakan atau terdapat besi-besi tua. Kejadian ini diawali oleh pertemuan antara gw dan fuadi dan riyadi. Pertemuan iseng yang di dalamnya terdapat pembahasan iseng mengenai gawang futsal. Yah, salah gw juga si kalau sampai terjadinya pembahasan ke arah situ. Gimana nggak? Dulu gw pernah janjiin mereka buat bikin gawang buat main futsalnya anak FASILKOM.
satu kelemahan gw, Gw tuh gampang obral janji

Pembahasan trus berlanjut, dari mulai yang yang penting sampe gak penting. Pembahasan mulai dari men-desain sebuah gawang, harga gawang, dan konsep gawang. Meskipun gw anggep pembahasan itu terlalu detil, yah gw anggep pembahasan itu gak penting juga. Tapi, ya itu gw? sadar bahwa pembahasan itu penting setelah gw selesaikan perjalanan ini.
Satu kelemahan gw, Gw tuh Sering menganggap remeh sesuatu hal yang dianggap kecil
Sebenernya aneh juga si dengan sikap mereka yang antusias banget buat bikin gawang. Padahal mereka mahasiswa tingkat akhir, tapi masih sempet-sempetnya mikir hal-hal seperti itu, mungkin kalau gw jadi mereka gw pasti males banget mikirin hal ini. Dulu antusias gw juga gede buat ngelakuin hal ini, tapi seiring berjalannya waktu dan terpaan peradaban, antusias juga tak pernah abadi.
Satu Kelemahan gw, Antusias gw gampang menurunnya.
Tapi setelah gw tanya-tanya ternyata mereka jawab gini, "Wah mel, soalnya gw baru ngambil 8 sks buat semester depan, nah 10 sks sisanya gw mau main futsal di balairung aja". Jawaban yang gokil...Apalagi setelah Si Fuadi dengan rela menyumbangkan duit sebesar Rp 200.000. Wah niat banget tuh anak..

Yah akhirnya gw ikut dia pergi ke tukang-tukang las, tukang besi, mungkin sampe banyak banget tempat yang udah dikunjungi. Dan tugas saya di sana ialah sebagai pengumpul kartu nama, mumpung lagi cari KP, kali aja diterima di toko besi, namanya sistem *********** BESI. Dan setelah beberapa tempat yang dikunjungi, akhirnya ketemu satu harga maksimal yang diperlukan untuk membuat gawang yaitu Rp. 700.000 tanpa biaya antar.

Jadi pertanyaannya sekarang, berapa kelemahan gw?

BANNER FREE MEMBER

Wednesday, December 06, 2006

Malas

Akhir-akhir ini bahu ini sering diserang rasa malas (apanya yang akhir-akhir ini? orang malesnya tiap hari). Susahhhhh betul bahu ini mengangkatnya. Kalau bukan ada bahu yang lain tentu otak ini tak akan ingat. Di saat bahu yang lain sedang susah-susah mengerjakan tugas. Bahu yang ini terus saja asik-asik browsing tak bertanggung-jawab. Mau jadi apa gw? dasar smile.....

Akhir-akhir ini pula diriku diserang rasa pegal. Inikah efek jarang olahraga. Ketika semuanya melihatku baik-baik saja, tahukah mereka diriku pegal? Pegal karna telah menanggung semua beban kesalahan....kesalahan diri ini akibat rasa malas..

Malas menjadikanmu bagai manusia tak berotak dan tak pula berotot...tetap hidup tetapi tidak bisa berbuat apa-apa..Lalu apakah tujuan hidupmu? Punyakah dirimu tujuan hidup?
Menghindari pegal tentu jawabannya olahraga yang teratur. Olahraga yang teratur tentu jawabannya jangan pernah malas. Jangan pernah malas tentu jawabannya tetapkan dan kejarlah tujuan hidupmu. Ternyata semuanya berhubungan seperti aturan rantai pada mata kuliah Kalkulus.

Lalu apakah aku berada pada tingkat bawah keadaan hidup? Malas dan tak berdaya? Tak punya otak maupun otot. Untung aku masih punya teman yang mengingatkan..Kalau tidak mungkin aku akan hidup hina bertemankan sampah...

Alhamdulillah....ternyata dari setiap kesusahan ada kemudahan..
Terima kasih karena Kau telah menganugerahkanku teman-teman yang baik..sebagai panutan...sebagai contoh...dan sebagai penyemangat...

~MenetesAirMataIniKalaKuingatTemanTemanKu
~TapiKenapaDirikuSelaluMenyia-nyiakannya?






Saturday, November 04, 2006

4 kuadran kompetensi manusia

Ada 4 kuadran kompetensi manusia



Penjelasan, untuk menghadapi orang yang:
1. Kompetensi rendah, dan motivasi rendah
Kamu harus bersikap sebagai trainer/coach, di sini adalah peran kamu sebagai leader untuk memberikan dia penjelasan bahkan sampai ke teknis dan bimbingan secara spirit. Memang kudu rada kerja keras untuk anak tim yang seperti ini.

2. Kompetensi tinggi, tetapi motivasi rendah
Kamu harus bersikap sebagai motivator, di sini penekanan untuk bimbingan secara teknis tidak perlu dilakuan terlalu dalam. Namun penekanan kamu adalah untuk memotivasi mereka dan membangkitkan inisatif. Hati-hati menghadapi orang seperti ini, terkadang mereka merasa direndahkan apabila kita terlalu mengajari hal teknis. Cuman orang seperti ini kurang inisatif dan motivasi. Butuh kontrol yang cukup tinggi.

3. Motivasi tinggi, tetapi kompetensi rendah
Bimbinglah dia sebagai tentor dan controller Nah di sini tidak perlu khawatir ttg motivasi diri dia, tinggal diajari masalah teknis dan diberi sedikit kepercayaan maka orang2 seperti ini bisa jalan, selain itu kemauan belajarnya lebih bisa diandalkan. Tinggal dikontrol aja.

4. Motivasi tinggi dan kompetensi tinggi
Enak banget kalo dapet anggota tim yang semuanya kayak begini, tugas kamu adalah sebagai delegator dan ditambah sedikit kontrol. Berikan kepercayaan yang lebih pada orang2 seperti ini, percayalah tugas2 akan beres di tangan mereka. Selain kompetensi tinggi, merka juga punya daya juang dan inisiatif yang tinggi. Tugas kamu adalah mendelegasikan job saja.

Friday, November 03, 2006

11 Sikap Penyebab Kegagalan

11 Sikap Penyebab Kegagalan

Ada banyak orang gagal karena disebabkan sikap-sikap di bawah ini:
1. Arogansi: merasa diri paling benar dan yang lain salah.
2. Melograma: selalu ingin menjadi pusat perhatian.
3. Volatility: sulit ditebak, bersikap sesuai mood-nya.
4. Excessive Caution: takut mengambil keputusan.
5. Habitual Distrust: sikap yang selalu curiga kepada orang lain.
6. Aloofness: sulit dihubungi dan berkomunikasi dengan orang lain.
7. Mischievousness: peraturan dibuat untuk dilanggar.
8. Eccentricity: selalu ingin berbeda, sehingga terkadang dianggap aneh oleh
orang lain.
9. Passive Resistance: tidak yakin dengan apa yang dia katakana.
10. Perfectionism: kebanyakan dianggap salah, hanya sedikit yang benar.
11. Eagerness to please: mengejar popularitas dalam setiap situasi.

Adakah Anda memiliki salah satu sikap-sikap di atas?

Saturday, October 14, 2006

Lailatul Qadr

Hadist riwayat Ibnu Umar ra.:
Bahwa sekelompok orang dari sahabat Rasulullah saw. bermimpi melihat lailatulkadar pada hari ke tujuh yang terakhir. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Menurutku bahwa mimpi kalian pasti bertepatan dengan hari ke tujuh terakhir, maka barang siapa yang ingin menantinya, maka hendaklah ia menanti pada hari ke tujuh terakhir (bulan Ramadhan)

Links:
[tanda-tanda lailatul qadR]
http://www.fajar.co.id/ramadan/news.php?newsid=107

[menyOngsOng lailatul qadR]
http://www.pesantrenvirtual.com/ramadhan/1422-018.shtml

[lailatul qadaR Rahmat Allah swt kepada manusia]
http://mufti.perak.gov.my/artikel/LAILATUL%20QADAR.pdf

[kapan sih sebenaRnya malam lailatul qadaR?]
http://www.antara.co.id/ramadhan/qa/?id=22

[lailatul qadaR dan caRa mempeROlehnya]
http://www.kedaikopionline.com/index.php?option=com_content&task=view&id=35

[hikmah lailatul qadaR]
http://ramadan.bharian.com.my/Current_News/Ramadan1427/Hari/Ihya/20060922173819/Article/index_html

[membuRu lailatul qadaR]
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1104/03/0108.htm

[lailatul qadaR]
http://www.alirsyad.or.id/comments.php?id=P850_0_17_0_C

[nikmat zikiR, berdOa malam lailatul qadaR]
http://utusanrasul.tblog.com/post/1969918828

[antaRa tanda-tanda lailatul qadaR]
http://van.9f.com/hadis/tanda_lailatul_qodar.htm

[mencaRi lailatul qadaR]
http://www.ikim.gov.my/v5/index.php?lg=1&opt=com_article&grp=2&sec=&key=670&cmd=resetall

[sOal jawab Ramadhan]
http://www.muis.gov.sg/cms/uploadedFiles/MuisGovSG/News_Events/Ramadan/Soal%20Jawab%20Ramadan.pdf

[nuzulul quRan bukan 17 Ramadan]
http://www.suaramerdeka.com/harian/0510/21/opi3.htm

-perbanyakamalmenujusurga-