Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Friday, July 03, 2009

Ironi nomor satu

Malam itu, tingkahnya menjadi perhatian
dia bukan apa-apa
bukan siapa-siapa, manusia biasa

Pikiranku pun menelusup jauh dalam
jauh dalam, hening sunyi senyap

Dia, yang dengan tingkahnya
sangat sederhana, sangat mudah diremehkan
namun siapa yang bisa mendengar jeritnya

Dia, yang dengan tingkahnya
begitu dalam, begitu mudah menggugah
siapa sangka bermakna

Dia bukan apa-apa, tingkahnya hanyalah sesuap nasi hari esok
gelas aqua jelas bukan yang dicari, hanyalah sesuap nasi hari esok

pikiranku semakin dalam menelusup
jauh dalam, hening sunyi senyap

sementara di sini sering melewatkan gelas aqua
terkapar menggelegar terbunuh waktu
dan bumi telah siap menampungnya

Saturday, September 13, 2008

Aku Rela Demi Dia


Aku rela demi dia yang selalu ada

waktuku terbuang percuma
demi dia

kehilangan teman
demi dia

aku rela demi dia yang tak terduga

tak punya saudara
demi dia

tak punya muka
demi dia

aku pun rela demi dia yang bermuka dua

tak ada kata selain rela
tak ada orang selain dia

dia;ya;dia;diriku sendiri
egois bukan main

Wednesday, May 14, 2008

Penjual gelembung

Bapak itu sama seperti bapak yang lainnya
Mukanya hitam
tekstur berkerut tak kencang
mata berair

Ribuan kilometer dia jalani sama seperti bapak yang lainnya
kakinya tangguh
Betis berlapis-lapis
telapak kaki lebar

hanya kotak sabun dan topi yang dia bawa hari itu
sama seperti bapak lainnya
kotaknya kecil
topinya lusuh

senin sampai senin selanjutnya dia seperti orang yang bingung
hanya menjual gelembung
merasa kerjaannya tanggung
karena dia memang orang kampung

menjual gelembung adalah usaha yang dianggap sia-sia

Thursday, May 01, 2008

Victory

You are the Man who used to boast
that you'd achieve the uttermost,
some day.

You merely wished to show,
to demonstrate how much you know
and prove the distance you can go..

Another year we've just passed through.
What new ideas came to you?
How many big things did you do?

Time left twelve fresh months in your care
how many of them did you share
with opportunity and dare
again where you so often missed?

We do not find you on the list of makers good.
explain the fact!
Ah No, 'Twas not the chance you lacked!
As usual - you failed to act!

by Herbert Kauffman

Thursday, February 07, 2008

Turut Berduka Cita

Saat kritik menjadi kalimat tanya
pergi kemanakah tanda tanya?
lalu,saat saran seenaknya memerintah
lari kemanakah tanda seru?

hari ini sudah hari ke-empat kami berduka cita

telah meninggal dengan tidak tenang
kata maaf, tolong, dan terima kasih.

Saturday, January 26, 2008

Nasi Goreng

Langit kala itu memerah dan mulai gelap
saat dimana dirimu pertama menyapa

dalam lirihmu kau tampakkan wajahmu
wajah yang pucat karena kelaparan
sungguh biru

kau minta sesuatu dariku

kau minta yang tak kupunya
tak ku kuasai
bahkan tak pernah kuduga dalam setiap hela nafasku; ada kata itu

kau minta nasi goreng
langsung buatanku

tak dapat kutolak
karena kutahu saat itu kau sedang biru

ku mulai mencoba
memadukan setiap lembar referensi
ku bolak-balik buku sakti mandraguna
hanya untuk tahu: bagaimana membuatnya

ku kumpulkan segala materi
ku ramu mereka
dan kubiarkan mereka diam;kosong dan mengembang

kini keinginanmu sudah terpenuhi
sepiring nasi goreng
hanya diriku yang menyukainya

tapi inilah nasi gorengku

detik,menit,jam,hari,minggu,bulan,tahun
terus berubah rasanya
kadang-kadang semakin enak
atau semakin tidak jelas bentuknya

tapi inilah nasi gorengku

Setiap waktu terus kubuka buku sakti mandraguna
kukumpulkan kembali referensi
bahkan kudatangi ahlinya
untuk menambah pengetahuanku

dan kembali kuyakinkan: ini nasi gorengku!

usaha dan doa selalu menyertai
banyak sudah rangkulan tangan teman di pundakku
semoga nasi gorengku semakin enak

untukmu
pedasnya cabe keberanian
harumnya bawang persahabatan
sucinya telur kesederhanaan
manisnya kecap kenangan
kuaduk dengan semangat

kan kusajikan untukmu
nasi goreng cinta

semoga bisa bermanfaat dan bermakna

Wednesday, January 23, 2008

Anginpun Berbisik [part 1]

Kudengar dibalik senja isyarat-isyarat bergema
kudengar entah suara siapa
melengking melantun doa
kudengar jejak kakimu

ketika engkau tiba-tiba menjelma mantera
terbalut luka mendera
malampun mencari makna;
huruf-huruf diantara bunga
kemudian merangkai kata
bergelantungan bersama embun yang bertahan
pada kelopaknya

ketika gerimis mengetuk pintu menjelang fajar
kudengar anginpun berbisik
hampa mendera di antara kita:
sepi, dan......

(Anginpun berbisik 4 karya Irwan Dwi Kustanto)


Puisi di atas adalah sepenggalan dari buku sajak cinta Anginpun Berbisik yang baru diluncurkan hari ini. Buku ini sendiri adalah hasil dari ciptaan keluarga penyair yang dikepalai oleh Pak Irwan Dwi Kustanto. Uniknya pak Irwan ini adalah seorang tuna netra sejak umur 9 tahun. Beliau bersama keluarganya mulai menciptakan puisi untuk mendukung program seribu buku untuk tuna netra.

Saya sendiri sebenarnya tidak begitu sepenuh hati datang ke peluncuran buku tersebut. Tadinya saya datang karena memenuhi undangan dari kakak-kakak saya dari Mitra Netra yang telah mengadakan acara ini. Dengan perasaan yang tidak enak kalau tidak datang, akhirnya saya yakinkan diri saya untuk pergi ke sana. Lagipula acaranya berkaitan dengan hobby saya juga. Berpuisi.

Sekitar seminggu yang lalu saya dikabari tentang acara ini. Setelah dikabari saya langsung memposting pengumuman acara ini ke SCeLe atau forum di dunia maya, tetapi tidak ada yang berminat untuk hadir. Saya juga telah memasang status tentang pengumuman acara ini, tetapi yang merespon amatlah sedikit. Yah mungkin acara peluncuran buku apalagi buku kumpulan sajak cinta tidak populer di kalangan mahasiswa. Tetapi sekali lagi,karena saya tidak enak kalau tidak datang maka saya putuskan saya akan datang walaupun cuma sendiri. Dan akhirnya saya tidak sendiri, ternyata ada teman yang bisa diajak dari Fasilkom.

Bermodalkan motor saja, dengan uang sepuluh ribu, dan juga bensin yang sudah mulai habis (baca: sekarat) saya langsung berangkat ke Gedung Kesenian Jakarta(GKJ). Saya tidak mengetahui lokasinya. Untung saja ada pak Isro yang bisa menjadi tempat bertanya sehingga saya bisa dengan mudah sampai di lokasi.

Sekitar 40 menit perjalanan ke gedung kesenian Jakarta. Di sana saya berhadapan dengan gedung megah berarsitektur tudor, popular di eropa tahun 1800an. Di sana sudah banyak berjajar mobil-mobil mewah. cepat melintas dalam pikiran saya kalau saya salah tempat. Tetapi tidak. Setelah memarkir motor saya, sayapun langsung masuk ke GKJ, melakukan pendaftaran dan berkeliling melihat GKJ secara lebih teliti.

sungguh ternyata GKJ sarat akan kekayaan budaya. dari mulai budaya lokal sampai budaya interlokal pernah pentas di sana. Gedungnya yang terlihat sangat mewah membantah pikiran saya yang selama ini bahwa gedung ini sudah lama dilupakan dan ditinggalkan. Sungguh bentuk perawatan yang telaten dan dedikasi tinggi pada kebudayaan yang ditunjukkan oleh pengurus GKJ.

di dalamnya saya mulai mencari orang yang saya kenal. Ternyata banyak sekali. Hal ini terjadi karena dulu saya pernah membantu dalam acara National Computer Camp For The Blind. Mba Indah mulai menyapa saya,"eh smile,apa kabar?, mana yang lain?".hehehe, ternyata mba INdah masih ingat saya. Lalu mba Achie, beliau pura2 menawarkan buku kepada saya, tapi akhirnya saya tak tergoda dan dia mulai tertawa dan menyapa saya. "Hai mba Achie,apa kabar? " :)

di dalam auditoriumnya, GKJ tidak kalah dari blitz Megaplex di Plaza Indonesia. Jauh mengalahkan malah. hal ini karena di GKJ sarat akan seni. Tempat yang menyenangkan. Tak pernah puas saya dalam menikmati keindahannya. INgin sekali bertandang lebih sering ke sana. Semoga ada acara menarik lagi di sana.

Acaranya sendiri sangatlah melengkapi keindahan yang saya rasakan. Penampilan dari Rieke diah Pitaloka, Joko Pinurbo, Jodhi Yudono, endah n'ressa, SKOLASTIKA Ansambel, Teater Meldict,Dody, dll sungguh telah menjadikan pentas selama 3 jam itu sebagai satu liburan penuh di semester ini. Tidak menyesal saya datang ke acara ini.

Saturday, December 29, 2007

Karismatik Pulau Utopia

Optimis menyeruak di sekujur rongga dada
Begitu eksotik tak terkalahkan
Rasanya pun seperti manis gula abadi
manis tak terhingga

Di tanah yang terpukul oleh gelombang air dari segala sisi ini
Aku berpikir

Kenapa?

Tempat ini surga khayalan

Tuesday, December 25, 2007

Semalam di Danau Toba

Aku tahu saat kujejakkan kaki di tanah ini
tanpa menghirup udara dan mencerna suara alam
Aku Tahu
Bahwa kau memang seindah seperti rupa bulan dari kejauhan

Airmu tenang luas laksana tak bertepi
wajahmu jernih bening teramat dalam
melihatmu tak akan bosan mata ini
mengunjungimu tak akan lelah kaki ini

kau begitu erat dan akrab
setiap derap langkah kau perhatikan
tak pelak menjadikanmu sang penopang
pulau samosir yang rupawan

tak akan kusiakan malam ini
malam yang akan kujadikan setahun penuh dalam hidupku
waktu yang teramat panjang
untuk berdiri di sampingmu
danau tobaku yang gemilang

Saturday, October 27, 2007

21 Masa Mentari

Masih teringat seperti baru kemarin
Seonggok daging ini baru bisa berjalan
sekumpulan anugerah Allah swt ini baru bisa berbicara
Sebuah penciptaan yang sempurna yang baru bisa mengerti dunia

baru kemarin
dan sekarang, hari ini
menjadi tingkatan baru dalam hidup

ingatan ini bagaikan tersamar hebat
tersamarkan oleh gelapnya dunia
gelap yang mengisi dan membungkus rapi
setiap relung jiwa yang ada

Entah, bingung dan aneh
setiap bisikan jiwa dan belaian pikiran
mengapa selalu terpaku dalam kekangan masa lalu

21 masa mentari
masa yang telah lewat
telah berputar dengan hebat
dan takkan bisa kembali

21 masa mentari
semoga saja masih banyak putaran yang lain
hingga banyak masa memperbaiki diri

waktu kemarin tak dapat dipegang
esok tak dapat diraih

kemarin dan hari ini adalah amal
esok adalah hisab

21 masa mentari
terima kasih ya Allah

semoga panjang umur, sehat selalu
diberikan kemudahan dalam segala urusan
makin bijaksana
serta menjadi orang yang lebih baik tiap harinya

21 masa mentari
puji syukur kepadamu ya Allah

kutuliskan setiap kesusahan dan kesedihan di atas pasir
kubiarkan angin keikhlasan membawanya jauh dari ingatan
biarkan catatan itu hilang bersama menyebarnya pasir ketulusan
La Takhof wa La tahzan

21 masa mentari
sungguh waktu terbaik ini hanya patut dipersembahkan untuk Allah

Akan kubuat orang bangga
Akan kujadikan diriku bermanfaat untuk orang lain
Akan kujadikan setiap tetes air mata ini
menjadi berarti bagi orang lain

21 masa mentari
tak ada yang patut disembah selain Allah swt

Semoga semakin bertambahnya kecepatan perputaran mentari
membuat diri ini makin bijaksana
dan selalu mendapat ridho dan berkah
dari Allah SWT

21 masa mentari
sungguh ini baru sepertiga dari umur Rasullullah SAW
dan sholawat serta salam selalu tercurah padanya

semoga diri ini masih dalam lingkaran perputaran iman dan taqwa
semoga banyak periode yang mendapat curahan berkah Allah SWT

21 masa mentari
masa bermain dan belajar

Akan kuhapus gelisah dengan dzikir
Akan kubunuh himpitan hidup dengan doa
Akan kusambut kematian dengan taubatan nasuha

21 masa mentari
sungguh masa dimana bulan akan mengucapkan salam pada sang surya

Tak akan kuhentikan waktu ini
Tanpa memberi arti pada dunia
karena
hidup bagi seorang ukmin adalah siklus untuk menjadi baik tanpa kenal putus

21 masa mentari
panjang pendeknya periode ini hanya milik Allah azza wa jalla

semoga semakin baik menjadi seorang
anak
kakak
mahasiswa
hamba Allah
masyarakat biasa
ketua BEM

21 masa mentari
sungguh panjang perjalanan ini

semoga terkabul..amin
dengan semangat perubahan dan semangat kebermanfaatan



*NB: 21 masa mentari diinspirasikan oleh sebuah puisi yang saya lupa URLnya dimana :)

Sunday, October 21, 2007

Ruang Hitam

Sunyi dan sepi jika terus berada dalam ruang ini
Tak ada lalat yang dapat ditepuk
Tak ada roti yang dapat disantap
Tak sempat lagi merasakan panas yang membakar

Di setiap sudut tampak jeruji besi
Teranyam indah dalam rasa kelam
membungkus rapi setiap saraf motorik
indah tak terbayangkan

beralaskan ketidakpastian
beratapkan kemunduran
serba lengkap dalam kekurangan
indahnya ruang hitam

Lima menit berjalan
Jiwa ini berada dalam ruang hitam

Sepuluh menit berjalan
jiwa ini masih berada dalam ruang hitam

Tuesday, October 16, 2007

Kisah pohon peneduh

Assalamu'alaikum wr wb
Apa kabar dunia mayaku?
sudahkah kau menyingkap tabir penutup tidurmu?
menutup mata hati hingga beku tatapan matamu

Kemarin sang surya berdiskusi dengan ku
berdiskusi tentang makna sempurna
segalanya indah dalam silat lidah
sampai sang bulan melerai kami berdua

akhirnya malam dapat bercerita
tentang rasa kelu
tentang perasaaan bosannya dia terhadap "dingin" si buruk rupa
katanya dia iri dengan sang siang

dan sang siang pun bercerita kepadaku
tentang kerasnya batu
tentang perasaan sedihnya dia terhadap "panas" si keras kepala
katanya dia iri dengan sang malam

begitulah keseharian pohon peneduh
tempat bercerita semua bongkah tengkorak
sebuah wadah tempat pelepas emosi jiwa

pohon peneduh pun goyang ditiup angin

Tuesday, October 31, 2006

Thanks ORKRES....


terima kasih atas hijaumu...ya hutan
terima kasih atas birumu...ya langit
terima kasih atas merahmu...ya mawar
terima kasih atas putihmu...ya melati
terima kasih atas warna-warni yang kau berikan...tuhanku

tercampur sudah rasa dalam hati
ingin meledak
ingin tertawa...lepas...
bahagia sampai mata ingin menangis

dahulu pikiran ini hitam
lama kelamaan makin ke arah putih
dan kini putih tersebar di sanubari

haru dan gembira jadi satu
terima kasih atas sepasang cinderamata
kan terpatri slalu dalam hati
kenangan indah ini

terima kasih tuhan atas anugerahmu
terima kasih teman-teman atas persahabatan ini
terima kasih semuanya
semuanya terima kasih


~teruntuk sahabat-sahabatku di ORKRES
~thanks ya....

Wednesday, October 11, 2006

if i fall in love

Kemarin setelah main-main ke situs puisi-mania gw nemu puisi bagus..
nih langsung gw posting di blog...

Ya Allah...jika aku jatuh cinta
cintakanlah aku pada seseorangyang melabuhkan cintanya pada-Mu
Agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu. ...

Ya Allah.....Jika aku jatuh cinta
Jagalah cintaku padanya
agar tidak melebihi cinta ku pada Mu
Ya Allah...Jika aku jatuh hati....
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada Mu
agar tidak aku terjatuh dalam jurang cinta nafsu...

Ya Rabbani....jika aku jatuh hati
jagalah hati ku padanya agar tidak aku berpaling kepada Mu
Ya Rabbul Izzati......Jika aku rindu
jagalah rinduku padanya
agar tidak aku lalai dalam merindukan syurga Mu...
Ya Allah....Jika aku menikmati cinta kekasih Mu
Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhir Mu

Ya Allah....jika aku jatuh hati pada seseorang
jangan biarkan aku bertatih dan terjatuh
dalam perjalanan yang panjang menyeru manusia kepada Mu
Ya Allah....jika kau halalkan aku merindui seseorang
jangan biarkan aku melampaui batas
sehingga melupakan aku pada cinta hakiki
dan rindu abadi hanya pada Mu

Ya Allah.....Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada Mu

Telah berjumpa untuk taat kepada Mu
setelah bersatu dalam dakwah Mu
telah berpadu dalam membela syariat mu
Kukuhkanlah ikatannya

Ya Allah
kekalkanlah ikatannya
tunjukilah jalan-jalannya
penuhilah hati-hati ini dengan Nur Mu yang tidak pernah pudar
lapangkan lah dada-dada kami dengan keimanan kepada Mu dan keindahan bertwakal ke jalan Mu

Amin
Ya Rabbal Alamin


karya : DEJAVU

Monday, October 09, 2006

Bulan dan Bintang




Kemarin malam bulan bulaaaat sekali
bintang saja sampai malu
mengumpat di balik bentuknya yang besar
malu; ya; malu karna banyak orang

Malu atau takut; aku tak tahu pasti
yang pasti tak kulihat batang hidungnya tadi malam

mungkin karna bintang ada di balik bulan
bulan semakin terang jadinya
semakin jelas terlihat dari bawah sini

Jadi teringat..
aku kan pernah menjadi seperti bulan itu
bersinar cerah..karna di balikku banyak bintang
yang memberiku sinar dan harapan

Tapi sekarang bintang itu berkurang
ada yang pergi meninggalkanku karna musim
ada yang pergi meninggalkanku karna telah habis masanya

Redup jadinya aku.
tak mampu menyinari bumi lagi
tapi tak apalah..yang penting akan kukerahkan semua potensiku untuk bumi.

bintang-bintang yang ada sekarangpun sudah cukup
mereka baik; mereka cukup terang menerangiku
malah kadang-kadang kita bergantian
aku yang menjadi bintang dia yang menjadi bulan

terima kasih kuhaturkan kepada bintang yang berada di belakangku
Sekarang tujuanku ialah mencari bintang-bintang yang lalu dan yang baru
untuk bersamaku; mengarungi periode rotasi dan revolusi bumi

itulah ceritaku mengenai bintang dan bulan
kuharapkan pertemanan kita seperti bintang dan bulan
yang selalu menyokong dan bergantian membantu bumi

teman
kaulah segalanya bagiku
jatuh air dari mata ini jika ku kehilanganmu

ingatkanlah aku dari hal-hal yang jelek yang telah kulakukan
ajaklah aku dalam berbuat kebaikan
bersama kita membangun dunia..insya ALLAH..

Ada Apa Dengan Alam Indonesia


Kulari ke hutanku; lalu terbatukku
Uhk..uhk..uhk...
Kulari ke sungaiku; lalu terkagetku
lho..koq banyak lumpur ya?

bosan..
apakah aku hanya sendiri?
merenung dan bertanya kepada alam

pecahkan saja tv-nya!
biar ramai..biar gaduh sampai mengaduh
biar tak ada lagi lompatan-lompatan proton dari tabung itu
biar tak tampak lagi darinya kabar-kabar buruk dari alam

entah kenapa ya? semenjak bapak itu yang duduk di singgasana
alam di negriku bak cerita-cerita azab yang ada di al-quran
alaaah..tak tahulah aku..aku kan hanya bertugas belajar..
dan hanya memikirkan sesuatu yang bernama I dan P dan K
tak pentinglah bagiku memikirkan semua itu..

Kosong..
tak berisi..
kalau hanya memikirkan I dan P dan K
tentu hidup tak hanya I dan P dan K

Mana jiwa sosialmu?
kau bawa kemana rasa ibamu?
Sudahkah kau sadar? bahwa dari diri kitalah semua berawal
tentulah kita harus mengakhirinya; dengan akhir yg baik tentunya
jangan sampai Allah murka dan memberi kita akhir yang buruk

Mulai sekarang; detik ini; sejak kau baca syair ini
jagalah alam..peliharalah dia seperti kau memelihara tubuh sendiri
Mulai sekarang!!! jangan sampai terlambat!!

Friday, October 06, 2006

Kembang Surga



Telah tampak sinar dari horizon
Sinar perhiasan dunia akhirat
Perhiasaan yang langka
Dan sangat diimpi-impikan

Bisu dan buta menjadi mahar
mahar yang sangat mahal
tak ada yang bisa membayar
kecuali dengan hati

Sesungguhnya bisu adalah nada yang syahdu
bisu perkataan tak berarti
Dan buta adalah pemandangan yang indah
buta penglihatan tak berguna

Langit pun serasa pecah
Bumi bergetar keras
Telah tumbuh mawar merah
di padang rumput yang kering ini

Sekuntum mawar putih menghiasi dahinya
sungguh cantik
Membuktikan kesucian dan kemurniannya

Kembang surga
bukan sekadar perhiasan
bukan sekadar mawar
tapi lebih dari itu

Ya ALLAH..Sampaikanlah aku padanya


Franova Herdiyanto
5-10-2006

Saturday, September 30, 2006

Aku Takut dan Resah



Aku takut dan resah
Dunia tak lagi waspada dan Curiga
Tentang palu yang dipukulkan kembali
dan Arit yang matanya mulai menebas segala penjuru dunia

Aku takut dan resah
Mataku tak lagi terjaga
Mengamati gerak-gerik orang yang bertopikan hitam
sehitam hatinya..

Aku takut dan resah
Jika garudaku kembali terluka
Jika tanahku kembali tercemar
Atas segala tipu daya dunia

Aku takut dan resah..
sungguh, sangat takut dan resah
jika saja negaraku kumat
Kumat dari penyakit hewan
hewan yang tak jelas rupanya

Aku, kamu, dan juga seisi dunia pasti takut dan resah

Memperingati G 30 S PKI..
WASPADALAH.......
Jaga anak cucumu dan tentunya kamu dari paham ini...