Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Thursday, August 21, 2008

Selamatkan Indonesia! : Sebuah Buku Pendobrak Korporatokrasi

Awal semester pertama tahun 2008 merupakan saat saya berkenalan dengan buku ini. Saat itu saya melihat peluncurannya dalam sebuah acara di televisi. Sebuah buku yang ditulis langsung oleh Mohammad Amien Rais tentang kegusarannya akan kondisi bangsa dan negara saat ini. Tak lama ketika saya melihat acara itu,hati saya langsung jatuh hati dengan buku ini karena terngiang tentang isi-isinya yang penuh dengan kritik tajam kian pedas terhadap Presiden Yudhoyono. Bukan berarti saya juga menjadi oposisi "kutu gurem" keras terhadap pemerintahan Yudhoyono, tetapi saya hanya ingin melihat sudut lain dari ruangan yang sudah saya ketahui. Pencerdasan politik atau Tarbiyah siyasiyah. Keinginan membeli buku ini pun lahir tidak lama setelah saya jatuh hati. Namun berbagai keinginan yang lain serta banyaknya pengeluaran pada masa itu, membuat saya harus menunda untuk mendapatkan buku tersebut. Dan akhirnya saya baru mendapatkannya ketika keberuntungan tak sengaja datang mengetuk pintu. Kebetulan saat itu saya sedang punya rezeki setelah menjadi Pengajar IT staff Depdiknas dan bertemu dengan buku yang hanya tersisa satu buah di toko buku dalam lingkungan mesjid Ukhuwah Islamiyah.

Waktu untuk berkenalan dengan buku ini pun tidak memakan waktu yang lama. Karena dengan membaca kata pengantarnya saja saya sudah mencium aroma nasionalisme dari seorang Mohammad Amien Rais. Namun dari aroma yang saya cium itu saya bisa memahami ketakutan luar biasa yang sedang dihadapi oleh beliau. Ketakutan yang seharusnya juga dirasakan oleh setiap warga negara Indonesia di setiap jengkal tanah di bumi kita tercinta ini. sebuah ketakutan luar biasa yang menyulut api semangat untuk menghadapinya. Ketakutan adalah wajar, lari dari ketakutan yang tidak wajar. Alhasil lahirlah sebuah agenda mendesak bangsa yang disertai oleh beberapa macam solusi untuk menghadapi masalah di Indonesia ini.

Agenda mendesak bangsa ini lahir dari ketakutan terhadap nasionalisme sempit yang dialami oleh banyak masyarakat Indonesia bahkan beberapa pemimpin Indonesia. Nasionalisme sempit adalah nasionalisme simbolik yang lebih menomorsatukan prestasi-prestasi di tataran praktis seperti prestasi olahraga. Menurut Amien Rais banyak masyarakat yang sudah terjangkiti penyakit ini.Padahal harusnya nasionalisme yang ada haruslah lebih utuh meliputi nasionalisme ekonomi,politik, pertahanan dan keamanan, dan lain-lain. Nasionalisme ini menurut beliau dapat menjadikan negara kita kokoh dan menjadi mandiri serta bisa bertahan terhadap arus negatif pergaulan dunia.

Dalam bab-bab awal buku ini, Amien Rais menceritakan tentang kondisi yang hampir sama dengan kondisi sekarang. Kondisi yang hampir sama tersebut adalah saat masa penjajahan belanda dimana imperialisme dan kolonialisme berjaya di bawah kekuasaan VOC. Pada masa itu, semua sumber daya alam dan manusia Indonesia dikuras habis oleh penjajah untuk kepentingan mereka. Dari sanalah lahir pertama kalinya sistem korporasi di dunia. sebuah korporasi yang tangguh yang didukung oleh militer dan bangsa Indonesia sendiri. Untuk alasan yang terakhir, coba kita kembali berkaca kepada Amangkurat I dan II yang telah tega berkhianat terhadap tanah tumpah darahnya sendiri demi kekayaan pribadi. Coba bedakan kondisi dahulu dengan sekarang. Apakah ada bedanya?

Korporat pertama yang bernama VOC ternyata adalah awal dari terbentuknya korporasi yang ada di dunia sekarang ini. Dan di dalam buku ini dikenalkan kepada kita suatu istilah menggelitik yaitu Korporatokrasi. Korporatokrasi sendiri berarti sistem atau mesin kekuasaan yang bertujuan untuk mengontrol ekonomi dan politik global yang memiliki 7 unsur, yaitu: korporasi-korporasi besar;kekuatan politik pemerintah tertentu, terutama Amerika dan kaki tangannya;perbankan nasional;kekuatan militer;media massa;kaum intelektual yang dikooptasi; dan terakhir, yang tidak kalah penting adalah elite nasional negara-negara berkembang yang bermental inlander, komprador, atau pelayan.

Semua unsur yang tersebut di atas yang meliputi korporatokrasi sejatinya adalah syarat bagi terjadinya mega korupsi yaitu korupsi yang menyandera negara (State Capture Corruption). Dan menurut buku ini,Indonesia sedang melakukannya. Beberapa indikasinya ialah ketergantungan kita terhadap IMF, WTO, dan bank dunia, serta kepatuhan berlebihan terhadap perusahaan-perusahaan multinasional yang ada. Bahkan terhadap beberapa korporasi seperti Freeport kita tidak dapat berbuat apa-apa. Dan di dalam buku ini dikupas habis segala perlakuan IMF, WTO, Bank Dunia, serta korporasi terhadap bangsa Indonesia. Selain itu juga diceritakan pula ketidakberdayaan pemerintah kita dalam menangangi semua hal tersebut. Tidak seperti yang dilakukan oleh negara lainnnya seperti Venezuela, Bolivia, China, Malaysia, India, Iran,dan juga Ekuador.


Sikap yang menyebabkan banyaknya kasus-kasus korupsi adalah sikap inlander. Sebuah sikap yang disebut oleh Amien rais sebagai sikap tercela yang mencederai kehormatan bangsa Indonesia. Sikap tersebut terjadi akibat terlalu mementingkan pribadi ataupun kelompok.

Lalu apa yang harus kita lakukan atau apa yang harus pemimpin kita kelak lakukan. Beberapa solusi itu adalah:
  1. perlu adanya kepemimpinan alternatif yang bebas, merdeka, dan mandiri
  2. perlu adanya pemimpin muda yang memiliki wawasan nasional dan Internasional
  3. perlu adanya pemahaman bahwa kekuasaan adalah amanat rakyat yang harus dilaksanakan secara bijaksana
  4. perlu adanya kesetaraan, kesedarajatan, dan kesejajaran dalam berhubungan dengan negara lain
  5. perlu adanya sikap dari pemimpinuntuk keluar dari korupsi yang menyandera negara
Dan beberapa solusi tersebut menutup cerita di buku tersebut yang menurut saya sangat bagus dan bisa membuka mata kita terhadap keadaan Indonesia serta dapat menghilangkan sikap apatis terhadap kemajuan negara kita tercinta. Bung Karno sendiri pernah berkata, "Pekerjaanku mudah karena melawan penjajah, sedangkan pekerjaan kalian malah lebih sulit karena melawan bangsa sendiri". Sebuah perkataan yang membakar semangat nasionalisme kita untuk bisa bertahan dari neokolonialisme.
Pekerjaanku mudah karena melawan penjajah, sedangkan pekerjaan kalian malah lebih sulit karena melawan bangsa sendiri -Bung Karno-
Terakhir saya ingin mengomentari tentang pendapat-pendapat yang telah ada tentang buku ini. Seperti kita ketahui bahwa buku ini terbit satu tahun sebelum pemilu 2009 digelar. Apakah ini kemungkinan amien Rais akan mencalonkan kembali pada waktu itu nanti? Dan terkait pertanyaan tersebut, apakah buku ini adalah sarana kampanye beliau? karena dengan sangat jelas sekali beliau mengkritik secara tajam bahkan sadis terhadap dua pemimpin bangsa kita saat ini yaitu Megawati dan yudhoyono. Terlepas dari itu, menurut saya sah-sah saja jika ada anak bangsa yang bersuara sedemikian keras seperti ini. Karena itu perlu dan perlu dan perlu. Dan sekali lagi terlepas dari kampanye pemilu 2009, menurut saya buku ini perlu dibaca oleh semua kalangan demi menyadarkan diri kita yang telah tertidur. sebuah karya anak bangsa yang saya rekomendasikan untuk anda baca.

Terima kasih. Mohon maaf jikalau ada kesalahan. wallahualam bishowab.

Indonesia Merdeka!!!
Indonesia Bisa!!!


BANNER FREE MEMBER

Monday, August 18, 2008

Tan Malaka : Pahlawan masa lalu, masa kini, dan masa depan

Saya merasa ragu jika bertanya kepada anak-anak sekolah masa kini tentang nama Tan Malaka. Bahkan saya juga menjadi tambah ragu jika pertanyaan yang sama diberikan kepada orang-orang yang lahir pada masa orde baru ataupun masa reformasi sekarang ini.Saya ragu apakah mereka akan mengenalnya atau tidak. Majalah Tempo (Edisi 11-17 Agustus 2008) memberikan judul "Bapak Republik yang terlupakan" pada seorang Tan Malaka. Hal ini tidak mengherankan karena sejak awal proses kemerdekaan, figur Tan Malaka tidak begitu terlihat di lapangan, apalagi dengan ditutupinya peran beliau oleh bapak-bapak bangsa yang lainnya yang waktu itu sedang bersinar seperti Bung Karno, Bung Hatta, Pak Dirman, dll. Proses "melupakan" ini diperparah dengan kebijakan pemerintahan orde baru yang menyaring nama beliau dalam buku teks pendidikan sejarah Indonesia dikarenakan menganggap sosok Tan Malaka sangat akrab dengan ajaran Komunisme. sebuah pernyataan yang tak terbantahkan tapi merupakan keputusan yang merugikan sejarah Indonesia.

Tan Malaka yang merupakan alumni dari SMA negeri 2 Bukittinggi ini sebenarnya merupakan tokoh penting dan sentral dalam perjalanan Revolusi Indonesia. Namanya dikenal lewat karya-karyanya berupa buku-buku perjuangan yang diterbitkan sejak tahun 1920. Salah satu buku-buku yang terkenal adalah Naar de Republiek Indonesia/Menuju Republik Indonesia (1924), Massa Aksi(1926), Madilog(1943), dan juga Dari Penjara ke Penjara (3 Jilid,1948). Buku-buku itu menjadi pedoman pergerakan revolusi bangsa Indonesia. Nama-nama seperti Soekarno, Sukarni, Muhammad Yamin, Adam Malik membaca dan mengagumi karya-karya beliau. Bahkan bukunya yang berjudul "Massa Aksi" menjadi buku pegangan Bung Karno saat menjadi ketua Klub debat Bandung. Buku yang sama pula yang memberi inspirasi pada W.R. Supratman dalam menciptakan lagu Indonesia Raya. Dan yang lebih menakjubkan adalah bukunya yang berjudul Naar de Republiek Indonesia. Buku yang berbahasa belanda ini adalah buku pertama yang menggagaskan tentang adanya sebuah republik yang melawan Kolonialisme dan Imperialisme barat. Republik itu adalah Republik Indonesia. Buku itu dibuat jauh sebelum bung Karno dan bung Hatta menciptakan sebuah buku pergerakan. Oleh karena karya beliau itu, beliau dijuluki sebagai Bapak Republik oleh Muhammad Yamin.

Tidak hanya rakyat Indonesia saja yang mengagumi pemikiran beliau, para rakyat di eropa dan asia pun turut luluh dan terlecut rasa kebangsaannya setelah membaca karya beliau. Hal inilah yang menjadikan beliau selalu dikejar-kejar oleh negara-negara penjajah yang tidak menginginkan keberadaan beliau.

Setelah lulus SMA beliau melanjutkan pendidikannya di Belanda. Di sinilah beliau banyak belajar tentang ilmu politik. Selain belajar di bangku sekolah, beliau juga belajar langsung tentang keadaan yang sedang terjadi di daerah sekitarnya. Dan kebetulan beliau tinggal di perkampungan buruh dan kaum proletar lainnya. Di daerah inilah beliau semakin tertarik dengan ajaran Komunisme yang dianggapnya sebagai gerakan melawan kolonialisme dan imperialisme. Ketertarikannya inilah yang nantinya membawa beliau menjabat posisi teratas pada Partai Komunis Hindia-Belanda, Partai Komunis Indonesia, dan juga pengawas Komunis pada kawasan asia pasifik. Namun kecintaannya pada Komunis luntur sejalan dengan kepercayaannya bahwa PAN-Islam adalah salah satu elemen yang tidak bisa dilawan tetapi harus disejajarkan dengan ajaran Komunis yang berintikan penolakan terhadap kolonialisme dan Imperialisme. Singkat kata beliau ingin mengabungkan gerakan Anti kemapanan dengan ajaran Islam.

Sikap Tan Malaka yang mengganggap ajaran Komunisme harus bergabung dengan PAN-Islam disampaikan saat beliau menjadi perwakilan Indonesia pada Kongres Komunis Internasional ke-4 di Moskow yang diselenggarakan tahun 1922. Saat itu para peserta kongres kagum akan pemikiran beliau dan juga teknik orasi beliau. "Kongres memberi tepuk tangan yang ramai pada Tan Malaka, seolah-olah telah memberi ovasi padanya," tulis Gerard Vanter untuk harian de Tribune. Dari pemikiran beliau itu, para pengagumnya dibuat semakin bangga kepada beliau karena telah bisa mengambil apa-apa yang baik dari suatu ajaran. Ia seorang Marxis, tapi sekaligus nasionalis. Ia seorang komunis, tapi juga mengedepankan PAN-Islam untuk berjalan bersama dengannya. Ajaran islam dia dapatkan dari tanah kelahirannya di Minangkabau. Dan siapa sangka kalau ternyata dia adalah penghafal Al-Qur'an saat muda.

Tan Malaka yang memiliki kegemaran menulis dan bermain sepakbola ini, pada saat detik-detik proklamasi merupakan orang penting yang berada di belakang terjadinya proklamasi tersebut. Dari persembunyiannya di banten (red: saat itu menjadi buronan dan berganti nama menjadi Ilyas Hussein), tanggal 14 Agustus 1945 Tan Malaka pergi ke Jakarta untuk mengetahui informasi terkini tentang Jepang pada perang dunia kedua. Saat itu beliau pergi ke rumah BM Diah, ketua angkatan baru dan juga redaktur koran Asia Raya, satu-satunya koran yang terbit di Jakarta untuk mengetahui informasi yang diinginkannya. Setelah mendapatkan informasi dari Diah, Tan malaka berpendapat bahwa pimpinan revolusi kemerdekaan harus di tangan pemuda. Hal yang sama disampaikannya saat bertandang ke rumah Sukarni sehabis dari rumah BM. Diah. Saat itu Sukarni terkagum-kagum dengan pemikiran beliau dan setuju dengan pendapat beliau. Namun beliau lantas curiga dengan Tan Malaka yang saat itu bernama Ilyas Hussein. Sukarni curiga orang ini adalah mata-mata Jepang. Padahal dalam pikiran Sukarni sempat terbesit nama Tan Malaka ketika mendengar pendapat Ilyas hussein. Sukarni merasa pendapat ilyas hussein sama persis dengan buku yang ditulis oleh panutannya yaitu Tan malaka. Tan malaka sendiri saat itu menjadi pembicaraan orang banyak tentang karya besarnya serta hilangnya beliau karena dikejar-kejar belanda dan jepang. Bahkan saat itu terdengar kabar kalau Tan Malaka telah tewas dibunuh. Dan yang lebih menghebohkan lagi adalah banyak munculnya Tan Malaka palsu buatan Jepang agar para pemberontak dapat keluar dari bawah tanah karena terpancing oleh karisma Tan Malaka. Namun taktik itu tidak berhasil karena setelah diuji para Tan Malaka palsu tidak memiliki pemikiran yang sama dengan apa yang ada di buku.

Pada tanggal 15 Agustus 1945, sukarni belum mempercayai bahwa ilyas Hussein adalah Tan Malaka yang asli. Oleh karena itu dia tidak banyak mengikutsertakan ilyas hussein dalam salah satu proses sejarah yang teramat penting yang lahir akibat diskusi antara Ilyas Hussein dan Sukarni pada hari sebelumnya tentang pimpinan revolusi kemerdekaan harus di tangan pemuda dan tanpa kompromi dengan Jepang. Peristiwa itu adalah pengamanan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok. Peran Tan Malaka semakin tidak terlihat setelah terjadinya pembacaan Teks proklamasi pada hari setelah peristiwa Rengasdengklok, dan dia tidak mengetahuinya padahal beliaulah aktor besar di balik semua itu, semangat pemuda dan juga dasar pemikiran Soekarno. Dalam buku Riwayat Proklamasi agustus 1945, Adam Malik melukiskan peristiwa itu sebagai "Kepedihan Riwayat". sukarni bertahun-tahun membaca buku politik Tan. Tapi pada saat ia membutuhkan pikiran dari orang sekaliber Tan, Sukarni enggan bertanya siapa Hussein sesungguhnya. "Ia malah membiarkannya pergi jalan kaki, lepas dari pandangan mata," kata Adam Malik.

Setelah Proklamasi kemrdekaan berlangsung, Tan pergi ke rumah Teman satu almamater dengan beliau di Belanda, teman itu adalah Ahmad subarjo. subarjo yang saat itu ada di rumah keget dengan kedatangan Tan. Beliau mengetahui bahwa Tan telah tewas, tetapi terbukti berita itu tidak benar. Setelah itu beliau dikenalkan oleh bung Karno oleh subarjo. Bung Karno yang saat itu mengidolakan Tan Malaka, semakin kagum setelah berdiskusi dengan beliau. Setelah membentuk pemerintahan bung Karno membuat Testamen Politik yang menetapkan Tan Malaka sebagai pengganti dirinya jika Soekarno-Hatta ditawan oleh Belanda dan tentara Sekutu. Testamen itu dibuat setelah Soekarno mendengar prediksi Tan Malaka bahwa Belanda akan kembali datang setelah proklamasi kemerdekaan. Dan prediksi itu tepat.

Dua minggu bersama bung Karno,Tan merasa kecewa dengan sikap bunga Karno dan Hatta yang masih berkompromi dengan Jepang yang masih ada di Indonesia. Beliau juga merasa kecewa dengan masih adanya rasa takut pada rakyat Indonesia untuk melawan Jepang yang saat itu telah kalah. Kemudian dengan tokoh pemuda seperti Sukarni beliau merencanakan menggelar aksi massa sesuai yang tercermin pada bukunya Massa Aksi pada tanggal 17 September 1945. Aksi massa itu dikenal dengan Rapat Akbar di Lapangan Ikada. waktu pelaksanaannya sendiri mundur dari jadwal sehingga baru bisa berlangsung pada tanggal 19 September 1945. Pada aksi massa itu, Tan Malaka bermaksud untuk membangkitkan semangat rakyat bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan lagi. untuk menambah semangat, Tan mengundang seluruh jajaran pemerintahan. Namun Tan merasa kecewa dengan pidato yang disampaikan oleh soekarno karena dianggap masih bersifat diplomatis dan tidak mencerminkan massa aksi dari rakyat,oleh Rakyat, dan Untuk Rakyat.

Setelah peristiwa di lapangan Ikada tersebut, Tan Malaka diminta oleh Soekarno untuk menjadi bagian dalam pemerintahan Indonesia. saat itu Tan menolak karena merasa pemerintahan yang ada masih mengutamakan unsur diplomasi kepada Jepang. "Orang tak akan berunding dengan maling di rumahnya sendiri," kata Tan Malaka.Hal ini diperparah lagi dengan dipimpinnya pemerintahan kala itu oleh Sutan Syahrir sebagai perdana mentri. Syahrir adalah sosok yang sangat bertentangan dengan dirinya. Syahris seorang sosial-demokrat. Kemudian karir politik Tan Malaka berlanjut dengan membentuk beberapa partai. salah satunya adalah Partai Murba. Padahal sebelumnya Tan malaka telah mendirikan Partai Republik Indonesia di Thailand pada tahun 1927.

Pemikirannya tentang tak ada kompromi dengan pihak penjajah diamini oleh sudirman yang kala itu menjabat sebagai panglima besar TNI RI. Pak Dirman menganggap kemerdekaan seratus persen adalah mutlak. Karena persamaan pendapat ini beliau dekat dengan Tan Malaka. Kedua orang ini disebut Dwitunggal dan disamakan dengan Soekarno-Hatta dan Amir Syarifudin-syahrir oleh Adam Malik.Duet ini ditambah kompak setelah Pak Dirman sepakat dengan pemikiran Tan Malaka dalam Buku Gerilya Politik Ekonomi tulisan Tan Malaka. Pak Dirman dan Tan Malaka berkerjasama dalam mengatasi Agresi militer belanda kedua, padahal saat itu Tan Malaka sedang menjadi buronan pemerintah RI karena dianggap merencanakan kudeta.Saat syahrir mengutus orang untuk membesmi Tan Malaka, pak Dirman pun mengutus orang untuk membasmi pasukan yang hendak menagkap Tan Malaka. Namun utusannya itu ditangkap oleh Letkol Soeharto(presiden Ri ke-2) setelah melakukan aksinya.

Pada saat Agresi militer belanda kedua, belanda berhasil menawan Soekarno, Hatta, Syahrir, Haji agus salim. Namun pak Dirman berhasil meloloskan diri dan melaksanakan perang gerilya di pelosok pulau jawa. Begitu pula dengan Tan Malaka, beliau bersama Mayor sabarudin dan 50 pengawal bergerak melaksanakan perang gerilya juga. Namun beliau dengan tragis tewas di tangan batalion pimpinan Soekotjo(selanjutnya menjabat Walikota surabaya) di dusun Selopanggung, semen, Kediri, di kaki gunung Wilis, Jawa Tmur. Beliau tewas di tangan angkatan perang negara yang dia idam-idamkan sejak lama. Sungguh ironis dan tragis. Baru pada tahun 1963, beliau ditetapkan sebagai pahlawan Nasional oleh presiden soekarno. sementara itu sejak kematiannya, para pengikut setianya sperti Sukarni, adam Malik, chaerul Saleh, dan muhammad Yamin terus menyerukan pemikiran beliau dan membesarkan partai Murba. Partai "Musyawarah rakyat banyak" yang ada kenyataannya tidak pernah sukses dalam pemilu. Hal ini dikarenakan isu ajaran komunis yang ada pada partai ini. padahal bukan Komunis yang ada di balik pandangan hidup partai ini.

Banyak cerita beliau yang tidak sempat ditulis di sini. Hal ini dikarenakan kisah beliau yang amat panjang dan juga membanggakan. Kisah-kisah seperti khayalan beliau tentang adanya republik Indonesia yang meliputi seluruh wilayah di ASEAN tidak sempat ditulis. Padahal beliau menjadikan filiphina sebagai tanah keduanya dan menyebutnya dengan sebutan Indonesia Utara dan juga mendirkan partai republik Indonesia di Bangkok, Thailand.

Sungguh besar jasa beliau terhadap pergerakan revolusi di Indonesia. Pandangannya tentang Indonesia bersatu dan sebagai tanah tumpah darah begitu kental mengalir di darahnya. Sayang nama beliau terlupakan oleh keadaan yang ada, padahal beliau adalah orang yang sangat vital bagi pergerakan revolusi Indonesia. Ajaran beliau yang masih relevan dilaksanakan sekarang adalah jangan pernah melakukan diplomasi dengan penjajah. kita harus merdeka seratus persen. merdeka dari kolonialisme dan imperialisme modern. Program-program Tan Malaka saat jaman kemerdekaan dulu saya rasa masih relevan untuk dijalankan dengan kondisi yang berbeda.Program-program itu adalah antara lain :
  1. Berunding atas pengakuan kemerdekaan 100%
  2. Melucuti tentara Jepang
  3. Menyita aset perkebunan milik belanda
  4. Menasionalisasi industri milik asing yang beroperasi di Indonesia

Sekarang adalah bagaimana sikap kita belajar dari Sejarah yang ada. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya serta belajar dari kesalahan masa lampau. Merdekakan diri kita dari belenggu kebodohan, kemiskinan serta imperialisme modern serta berusahalah menjadi bermanfaat demi keluarga, negara, bangsa dan juga Agama.

Indonesia Merdeka!!
Indonesia Bisa!!


Dirangkum dari berbagai sumber.


BANNER FREE MEMBER

Monday, January 21, 2008

Tentang Penangguhan Penahanan

Penangguhan penahanan adalah penangguhan tahanan tersangka/terdakwa dari penahanan, tetapi penahanan masih sah dan resmi berlaku. Namun pelaksanaan penahanan dihentikan dengan jalan mengeluarkan tersangka/terdakwa dari tahanan setelah instansi yang menahan menetapkan syarat-syarat penangguhan yang harus dipenuhi oleh tersangka/terdakwa yang ditahan atau orang lain yang bertindak untuk menjamin penangguhan. Masa penangguhan penahanan tidak termasuk status masa penahanan

Syarat yang ditentukan oleh undang-undang adalah:
  1. wajib lapor
  2. tidak keluar rumah
  3. tidak keluar kota

Penangguhan penahanan dapat terjadi apabila ada:
  1. permintaan dari tersangka/terdakwa
  2. permintaan disetujui oleh instansi yang menahan dengan syarat dan jaminan yang ditetapkan
  3. ada persetujuan dari tersangka/terdakwa yang ditahan untuk mematuhi syarat dan jaminan yang ditetapkan

Jaminan penangguhan penahanan bisa berupa
  1. Jaminan Uang yang ditetapkan secara jelas dan disebutkan dalam surat perjanjian penangguhan penahanan. Uang jaminan tersebut disimpan di kepaniteraan Pengadilan Negeri yang penyetorannya dilakukan oleh tersangka/terdakwa atau keluarganya atau kuasa hukumnya berdasarkan formulir penyetoran yang dikeluarkan oleh instansi yang menahan. Bukti setoran tersebut dibuat dalam rangkap tiga dan berdasarkan bukti setoran tersebut maka instansi yang menahan mengeluarkan surat perintah atau surat penetapan penangguhan penahanan
  2. Jaminan orang, maka si penjamin harus membuat pernyataan dan kepastian kepada instansi yang menahan bahwa penjamin bersedia bertanggung jawab apabila tersangka/terdakwa yang ditahan melarikan diri. Untuk itu harus ada surat perjanjian penangguhan penahanan pada jaminan yang berupa orang yang berisikan identitas orang yang menjamin dan instansi yang menahan menetapkan besarnya jumlah uang yang harus ditanggung oleh penjamin (uang tanggungan)

Penyetoran uang tanggungan baru bisa dilaksanakan apabila
  • tersangka/terdakwa melarikan diri
  • setelah tiga bulan tidak diketemukan
  • penyetoran uang tanggungan ke kasn negara dilakukan oleh orang yang menjamin melalui kepaniteraan Pengadilan Negeri
  • pengeluaran surat perintah penangguhan didasarkan atas jaminan dari si penjamin

taken from http://anggara.org/

Thursday, December 06, 2007

Cerita Sang Korlap

Malam itu waktu tepat menunjukkan pukul delapan. Waktu dimana ditetapkan menjadi saat pertemuan seluruh kasraters UI. Sebuah momen dimana menjadi saat yang mengherankan sekaligus membanggakan. Ya! Kastareter UI kumpul di Fasilkom. Sebuah fakultas yang paling sedikit menyumbangkan massa saat aksi. Sebuah Fakultas yang tak jarang absen saat aksi sedang berlangsung. Mengherankan dan juga membanggakan. Yah, mungkin kepercayaan ini bisa disambut dengan hal yang positif, bisa menumbuhkan semangat sosial-politik lagi di kalangan mahasiswa. begitulah kira-kira yang ada di pikiran kami saat itu.

Aksi kali ini memang sangat mendadak. tidak adanya pencerdasan ke masyarakat luas, membuat kami hanya melakukan pencerdasan Kasraters, karena memang tim inilah yang merupakan tenaga taktis di saat-saat seperti ini. Dan itupun dirasa belum optimal. Persiapan selama kurang lebih tiga hari pula yang menjadikan kondisi aksi tidak begitu baik. Tapi di balik semua itu, semangat kami masih utuh, masih bisa dibilang baik saat itu, sehingga kondisi ini kami acuhkan saja. Yang terpenting ialah kita tetap maju demi negara. Toh isu yang kami usung benar-benar kami harapkan, benar-benar kami dukung. Yah akhirnya hanya lnilah jalan yang bisa menyalurkan kesetujuan kami saat itu.

Rencana tinggalah rencana. Apa yang kami harapkan tinggalah terbang ke langit lalu menghilang. Pada awalnya kami sudah menginstruksikan kepada ketua BEM/SM fakultas untuk mengirimkan wakilnya ke fasilkom,tapi setelah ditunggu samapai dengan jam 9, tidak ada satupun batang hidung yang muncul. Bau sih sudah ada,tapi bau saja menurut saya belum cukup. Ya sudah terpaksa saya putar rencana ke arah lainnya. Mengefekifkan acara besok dengan mengikuti CEM malam itu. Syukurlah di sana banyak orang. Kalau tidak, kurebus tangan ini hingga tidak bisa bertemu dengan kawannya lagi. Semangat pun muncul kembali.

Tanggal 4 Desember 2007 direncanakan menjadi aksi kami. Dimana terdapat dua gelombang aksi, delegasi pagi dan aksi siang. Dan saya lah yang bertanggung jawab saat sesi pagi. jam 6 pagi pun menjadi waktu keberangkatan kami. Tapi kata apa yang pantas untuk dikatakan, kita tidak mendapat izin dari Allah SWT saat itu. Hal ini dikarenakan hujan yang terus mengguyur bumi sejak sore kemarin. Hujan ini pula yang menyebabkan Fasilkom banjir dan sampai saat ini dalam keadaan darurat. Soalnya pusat pemerintahan Fasilkom berpindah karena hal ini :) .
jam 7 akhirnya kami sudah sampai di halte psikologi. Kami berempat berasal dari fasilkom dengan penuh semangat hadir di tempat tanpa kehadiran teman-teman yang lain. Ternyata kita lebih semangat, pikir kami.

secara lengkap sampai keberangkatan kami jam 10 pagi. ya ngaret 3 jam! kami tetap setia menunggu teman-teman yang lain. tetap setia menunggu di halte itu. puluhan kali bikun sudah kami lihat. TEtapi belum ada orang juga. Orang-orang yang datang pun sering kali pergi-pergi kembali sehingga kami tergolek lemas di pojok halte itu. Ini mah tadi gw mestinya kuliah dulu, cetus teman saya. Ya, saya juga setuju. Kalau pergerakan mahasiswa nggak pernah maju, kapan Indonesianya maju? (jangan ngomong doang loe mel!).

Akhirnya saya dan teman-teman pun maju ke medan perang. Bermodalkan kuda besi kita siap untuk melesat cepat ke tempat itu. Dan inilah saat-saat kedodolan sang koordinator. saya lupa. saya lupa menginstruksikan kepada teman-teman yang lain untuk tidakbergerombol saat masuk ke gedung dpr/mpr. Kami masuk lewat belakang karene pintu depan telah ditutup oleh semangat kepal dan suara teman-teman kami lainnya. Tanpa kami lihat apa aksi mereka itu ditunggani atau tidak, kami tetap menghormati perjuangan mereka. Tapi saya tetap tidak respect terhadap apa yang namanya provokator negatif. Di pintu gerbang, akhirnya kami ketahuan oleh petugas penjaga. Alhasil mereka menahan kami. Sebagai delegator,saya dan satu teman saya masuk ke dalam gedung DPR/MPR untuk bernegoisasi dengan humas DPR/MPR untuk menawar jumlah orang yang masuk. KArena saat itu yang boleh masuk hanyalah kami berdua.

lama bernegoisasi, kami tidak mendapatkan apa yang kami inginkan. Akhirnya hal ini kami konsultaskan ke ketua BEM UI. dia kecewa, saya juga kecewa, karena tidak bisa membawa masuk semangat teman-teman saya yang sedari malam tadi telah berkobar. dan akhirnya kami berdua masuk ke dalam ruang rapat di Nusantara II. hanya berdua mengenakan jaket kuning sangat beresiko. Tatapan tajam dari semua pihak pun meluncur deras.

Waktu pun berjalan. Teman saya ingin bergantian dengan Bang Dika selaku ketua BEM UI saat itu. Tapi, ternyata setelah dia keluar, agenda BLBI yang kami soroti dimulai juga. Dan 15 menit kemudian keluarlah keputusan tentang kasus itu.DPR menggunakan hak interpelasinya terhadap kasus BLBI. Dan saya sendiri saat itu. sepi. senang sendiri. dan takut sendiri pula. berpasang mata menuju lurus ke jaket ini. Untung saja ada teman dari unsur wartawan, jadi ada teman untuk ngobrol.

Begitu susahnya pegerakan mahasiswa
lebih susah lagi jika kami tidak bergerak

tapi
tangan dan kaki ini akan senantiasa bergerak
berdenyut konstan tanpa batas

demi kemajuan Indonesia.

titik

bantu kami ya Robbi..



~ setelah aksi ini,motor pun berlari kencang ke kampus
~teringat ada teman-teman dari STIKOM Surabaya ingin berkunjung ke Fasilkom
~akhirnya datang juga saya saat presentasi. dengan keadaan tidak siap apalagi belum sempat mandi pagi
~untung mereka tidak sadar ^_^

Saturday, June 02, 2007

Adakah Jalan Menuju Roma? Tujuan Lembaga Kemahasiswaan

Beralih dari fungsi blog yang telah saya tetapkan sebagai media untuk pikiran saya ke arah politik dan semacamnya, kali ini saya sisipkan tentang curahan hati saya mengenai perjalanan lembaga kemahasiswaan saat ini dan tantangan dan rintangan yang akan saya hadapi nanti selama menjabat sebagai ketua di BEM Fasilkom UI.

Your position never gives you the right to command. It only imposes on you the duty of living your life that others can receive your orders without being humiliated.
-Dag Hammarskjöld (1905-1961), Secretary General,United Nations-

BEM saat ini telah menjadi suatu alternative kegiatan bagi mereka yang ingin memberikan waktu, tenaga, pikiran dan harta untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Selain alasan utama tersebut, tentunya terjun ke BEM juga memiliki tujuan untuk aktualisasi diri ke arah lebih baik dengan belajar bagaimana caranya berorganisasi.

Bukankah keluarga dan organisasi merupakan alat pembelajaran untuk meningkatkan kualitas hidup sebagai manusia.
-Parlindungan Marpaung-

Suatu lembaga kemahasiswaan dalam hal ini BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) tentunya memiliki tujuan-tujuan mulia, baik itu bagi internal kampus maupun eksternal kampus. BEM diharapkan dapat berperan serta aktif dalam menimbulkan kondisi kebermanfaatan dengan meninjau aspek-aspek kebutuhan seluruh mahasiswa maupun elemen lainnya yang membutuhkan manfaat dari BEM. Tujuan yang sangat mulia ini tentunya diharapkan dapat tercapai dengan peran serta semua mahasiswa yang tergabung dalam BEM itu sendiri dan juga dari semua elemen lainnya yang tidak tergabung dalam BEM karena mereka tahu bahwa BEM ini ada untuk mereka.

Keadaan di lapangan sekarang adalah, BEM dianggap belum mampu dalam memenuhi kebutuhan mahasiswa saat ini. Banyak rasa pesimis yang timbul saat sebuah acara digelar oleh BEM. Rasa ini biasanya timbul akibat pengalaman yang tidak mengenakan pada acara sebelumnya ataupun rasa yang diakibatkan belum mampunya BEM menyentuh semua elemen mahasiswa.

Lalu akan tercapaikah tujuan BEM saat ini? Jika saja banyak dari mahasiswa yang sudah merasa pesimis dengan kegiatan BEM saat ini. Akankah ada jalan menuju Roma? Di tengah kebimbangan dan keputusasaan para elemen yang belum merasakan manfaat dari BEM.

Success is a mindset. It is not a journey, nor the destination.
-Jennie S. Bev-

Yang penting bukanlah perjalanan ke Roma, ataupun Roma itu sendiri. Tapi yang penting adalah keyakinan dan usaha kita untuk bisa sampai ke Roma.
-Franova Herdiyanto- :)

Mungkin masalah ini berawal juga dari kotak-kotak pergaulan yang ada di kampus. Dan akan sangat mungkin jika ada kotak yang sangat diuntungkan dan kotak yang dirugikan. Penyelesaiannya adalah dengan mencoba untuk menyamakan persepsi dari tiap kotak tersebut sehingga kita dapat meminimalisir kotak yang ada. Kotak-kotak pergaulan ini sangat besar dampaknya bagi pencapaian tujuan BEM karena dengan jumlah kotak yang banyak akan mengakibatkan kesulitannya tangan-tangan BEM untuk menjangkau kotak-kotak tersebut. Ya!, mulai sekarang harus meminimalisir kotak yang ada demi tercapainya rasa kekeluargaan di Fasilkom.

Semua itu ada jalan keluarnya. Asalkan kita yakin untuk bisa mencapai tujuan tersebut. Langkah konkritnya adalah kembali mendengarkan apa yang sebetulnya diinginkan semua elemen di kampus dan menjalan fungsi-fungsi BEM secara produktif dan kontinyu. Serta mau menerima kritik dan saran dari semua elemen. Dengan begini, diharapkan BEM benar-benar melakukan sesuatu yang benar-benar menjadi keinginan semua elemen saat ini.

Mimpi akan menjadi kenyataan jika ada usaha yang dilakukan dengan sepenuh hati dan Allah SWT meridhai langkah kita.
-Franova Herdiyanto-

If You think you can or cannot do a thing, You are right
-Henry Ford-

Sekali lagi pasti ada jalan keluar dari semua masalah ini.

Dan Ya'qub berkata: "Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri".
-Al-Qur’an Surat 12 ayat 67-


Tuesday, May 08, 2007

Uraian Singkat : Sebuah Perencanaan dan Tantangan

Bermanfaat dan bermakna serta terdepan dalam IT. Kalimat inilah yang saya dan tim akan coba kedepankan dalam BEM Fasilkom UI selanjutnya. Menjadi BEM yang bermanfaat baik itu bagi mahasiswa Fasilkom UI maupun kepada seluruh elemen Fasilkom UI. Bermanfaat di sini bukan berarti BEM yang terdahulu belum bermanfaat, tapi hendak mencoba untuk memberikan manfaat yang lebih secara menyeluruh dan merata kepada seluruh civitas akademika dan non-akademika Fasilkom UI. Dan bermakna memiliki arti bagaimana membangun suatu citra BEM Fasilkom UI sehingga dalam perjalanannya, baik seluruh anggota maupun yang bukan menjadi anggota BEM Fasilkom nantinya dapat merasa puas dan bangga akan hadirnya lembaga kemahasiswaan seperti BEM Fasilkom UI ini. Lalu fungsi-fungsi tadi kami balut dengan kata “terdepan dalam IT”, maksudnya adalah agar BEM Fasilkom UI dapat fokus dan berkembang dalam sisi keilmuan yaitu IT sehingga di dunia luar BEM Fasilkom UI dapat dirasakan manfaatnya dalam sisi IT.

Misi-misi untuk mencapai visi tersebut perlu didayagunakan secara optimal. Oleh karena itu, saya mencoba untuk memaparkan misi-misi yang akan saya lakukan jika nanti terpilih menjadi ketua BEM Fasilkom UI periode 2007/2008. Adapun misi-misi itu adalah :

  1. Memperbaiki kekurangan dan meningkatkan keunggulan BEM Fasilkom UI yang sudah ada sebelumnya.
  2. Mengembangkan Sumber Daya Mahasiswa Fasilkom UI sehingga sesuai dengan core competencenya.
  3. Menyatukan semua elemen Fasilkom dalam semangat kekeluargaan.
  4. "Menjembatani" hubungan antara mahasiswa dengan dekanat Fasilkom UI.
  5. Membangun jaringan terpadu antara BEM Fasilkom UI dengan pihak luar.

Hal pertama yang akan saya lakukan adalah mencoba untuk mengambil pelajaran dari kepengurusan sebelumnya. Karena saya menganggap bahwa BEM selanjutnya tidak mulai dari awal tetapi terus mengembangkan BEM-BEM sebelumnya. Lalu saya mencoba untuk membangun suatu hubungan yang harmonis antara BEM Fasilkom UI dengan elemen-elemen lainnya agar proses yang terjadi bukan merupakan amal satu arah tetapi semua elemen bisa bersinergi demi tercapainya Fasilkom UI yang utuh.

Selain visi dan misi tersebut, tentunya saya akan memaparkan beberapa program kerja yang akan saya jalankan jika saya terpilih nanti. Program kerja itu antara lain:
  1. Open Proyek
  2. LKTM Fasilkom
  3. Road show seminar/workshop IT
  4. Beasiswa Cerdas v2.0
  5. Neo CGT
  6. CS League Full Season
  7. Tenis Meja Open
  8. Rumah Belajar
  9. Open Tutor
  10. IT Camp v2.0
  11. Seminar Alumni
  12. Workshop for Us
  13. PEDAS
  14. SBF v2.0 (include: Humas Muda v2.0, TPB v3.0, Pengmas v2.0)
  15. IT Fair

Itulah nantinya program-program kerja yang akan saya kerjakan. Tetapi pada perjalanannya jika dalam BEM Fasilkom nanti muncul ide-ide baru, maka saya tidak menutup kemungkinan adanya program-program kerja yang baru ataupun menghapus program kerja yang saya tawarkan mengingat BEM Fasikom adalah sebuah tim, bukan saya sebagai pribadi atau tim sukses sebagai kelompok.

Demikianlah uraian singkat mengenai visi, misi dan program kerja yang saya tawarkan. Tentunya semua rencana ini tidak akan berhasil jika tidak didukung dengan tim yang kompak dan menyatu, selain itu diperlukan juga komitmen yang tinggi untuk mencapai semua cita-cita yang diharapkan. Kemudian, BEM kedepan juga memerlukan dukungan yang konstruktif dari semua elemen Fasilkom UI.

Hidup Mahasiswa!!
Hidup Fasilkom UI!!

Wednesday, March 21, 2007

Pilkada DKI 2007 (prediksi calon)

Semakin hari semakin panas saja persaingan calon-calon gubernur DKI. Dari mulai parpol-parpol yang sudah mengumumkan calon yang dijagokannya sampai parpol-parpol yang masih bingung menentukan siapa calonnya. Namun dari semua persiapan yang telah dilakukan, baik yang bersifat teknikal dan konseptual, parpol-parpol tersebut telah melakukan apa yang disebut dengan soft-campaign. Sebenernya untuk hal yang satu ini, agak sedikit bingung siapa yang melakukan soft-campaign, parpolkah? atau pribadi sebagai calon gubernur?

Terlepas dari semua itu, masyarakat DKI Jakarta secara eksplisit telah mengetahui secara kasar siapa saja calon yang akan maju untuk Pilkada DKI Jakarta nanti. Nama-nama seperti Fauzi Bowo, Sarwono Kusumaatmaja, Bibit Waluyo, Agum Gumelar, Adang Daradjatun, bahkan seorang Guruh Soekarno Putra sempat diisukan untuk tampil pada panggung politik yang akan digelar pada Mei 2007 mendatang.

Tapi setelah dipastikan lebih lanjut di situs ini, sepertinya Pilkada kali ini sesuai dengan prediksi sebelumnya yaitu kurang lebih hanya ada tiga nama yaitu:
  • Fauzi Bowo yang telah mendapat dukungan dari banyak partai (Golkar,PDIP,PPP,PD,PDS,PAN,dsb)
  • Adang Daradjatun bersama PKS
  • Sarwono Kusuma yang kemungkinan akan mengusung nama Independen lagi setelah sebelumnya berhasil di kancah pemilihan Dewan Perwakilan Daerah
Itulah peta kekuatan yang saat ini sedang ramai-ramai diperbincangkan. Tapi selama masa pendaftaran calon gubernur belum habis, tentunya masih ada calon-calon lain yang bisa keluar ke permukaan seperti agum Gumelar contohnya.

Namun terlepas dari semua itu, semoga calon-calon ini merupakan calon yang bersih dan taat hukum sehingga bisa memberikan angin segar bagi kehidupan demokrasi di indonesia.

NB: Postingan selanjutnya akan membahas masing-masing calon gubernur DKI Jakarta 2007

~ditunggu ya :)

Wednesday, February 21, 2007

Tugas LKSM UI 2007

WTO dan Perdagangan Bebas


Indonesia adalah negara yang kaya. Sebagai negara yang kaya, Indonesia telah lama dikenal memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah dan terbentang luas dari sabang sampai merauke. Tapi kenyataan ini disadari oleh sebagian orang baru-baru ini. Mereka baru mengetahui hal tersebut karena dalam kehidupan kesehariannya, mereka selalu dipusingkan oleh masalah negara yang meliputi masalah sosial, bencana alam, hingga masalah korupsi yang sampai saat ini belum terselesaikan. Mereka baru menyadarinya ketika datang musuh-musuh ekonomi yang dengan enaknya mengusung nama perdagangan dan mulai menjajah negara ini dengan metoda penjajahan baru yang dikenal dengan neo-kolonialisme.

Musuh itu bernama WTO, atau lebih dikenal dengan World Trade Organization. Bukan hanya Indonesia saja yang mereka incar, tetapi semua negara yang sedang berkembang di dunia menjadi santapan yang lezat bagi mereka. Yang lebih parah lagi, negara-negara miskin pun menjadi ladang uang bagi mereka untuk mereka keruk keuntungannya dan berikan penderitaan kepada negara-negara tersebut. Ironis memang di zaman seperti ini masih terdapat penindasan-penindasam terhadap kaum yang lemah dan terus terjadi tanpa ada yang bisa menghentikan kegiatan ini. Tentu tak ada yang bisa menghentikannya! Hal ini diakibatkan WTO disokong oleh negara-negara adidaya seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, serat Uni Eropa. Sehingga tak ada yang berani malawan negara-negara tersebut kecuali yang nekat.

WTO seharusnya menjadi media yang bisa memberikan solusi untuk perbaikan perdagangan di dunia. Tetapi pada kenyataanya, dengan mengusung perdagangan bebas, WTO terus saja membuat kebijakan-kebijakan yang hanya menguntungkan kaum yang berkuasa saja, sedangkan kaum yang lemah semakin tertindas dan tak berdaya. Kebijakan perdagangan bebas memberikan pembebasan pajak atas barang yang dijual sehingga harga barang bisa bervariasi bahkan lebih murah dari harga barang lokal. Hal inilah yang menjadi masalah bagi sebagian besar pengusaha lokal. Pengusaha lokal akan hancur jika bersaing dengan pesaing dari luar negri yang memiliki kualitas lebih baik danharga yag ditawarkan lebih murah dari produk lokal.

Perdagangan bebas memang sebuah solusi bagi tercapainya kemerataan ekonomi. Tetapi saat ini, belum tepat waktunya jika keputusan ini dilaksanakan. Karena pada saat ini, masih banyak pengusaha-pengusaha lokal yang belum bisa bersaing dengan pengusaha-pengusaha dari negara maju. Perkembangan ekonomi negara ditentukan oleh pertumbuhan usaha lokalnya. Oleh karena itu, jika para pengusaha lokal hancur oleh peraturan ini maka dengan jelas nasib perekonomian suatu negara akan hancur jatuh di bawah kekuasaan para negara adidaya.

Permasalahan inilah yang kini sedang mengancam perekonomian di Indonesia dan negara seperti India, Zambia, Brasil, Filiphina dan negara berkembang lainnya. Negara-negara ini sedang berjuang keras untuk menyelamatkan perekonomiannya dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan ekonomi yang bisa menangkis serangan WTO. Negara-negara ini tidak bisa menentang peraturan yang telah dikeluarkan oleh WTO dikarenakan sanksi yang memberatkan. Embargo ekonomi menjadi salah satu sanksi yang sangat menakutkan bagi negara-negara ini. Bagaikan buah simalakama memang, di satu sisi takut akan sanksi dari WTO dan di sisi lainnya takut akan hancurnya perekonomian lokal yang bisa mengakibatkan instabilitas perekonomian negara.

Tentunya permasalahan ini punya solusi. Di tiap negara, pasti solusi yang digunakan berbeda-beda. Tapi solusi-solusi itu masih dalam tahap pembebasan kuantitatif terhadap barang atau jasa dari luar negri. Diharapkan dari solusi ini bisa membatasi barang yang masuk sehingga pengusaha lokal masih bisa terus eksis. Selain solusi tersebut, perlu juga adanya peningkatan kualitas pengusaha lokal sehingga dia bisa bersaing dengan pengusaha dari luar negri. Karena mau tidak mau, perdagangan bebas pasti dijalankan demi pemerataan perekonomian dunia.

Mahasiswa sebagai pengontrol kehidupan sosial negara, dibutuhkan perannya dalam memecahkan permasalahan ini. Mahasiswa perlu bergerak untuk meneyebarkan isu-isu ini demi pencerdasan rakyat Indonesia. Hal ini dilakukan karena masih banyak rakyat Indonesia yang belum tahu tentang fungsi WTO serta kebijakan-kebijakannya. Rakyat perlu dididik pula untuk bersiap-siap meningkatkan kualitas demi baersaing dalam kancah perdaganagan dunia. Di dunia ini yang lemah pasti akan kalah. Oleh karena itu peningkatan kualitas sangat penting digalakkan karena mau tidak mau perdagangan bebas akan segera diberlakukan.

Mahasiswa diperlukan juga dalam pengawas kebijakan-kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan kepentingan rakyat Indonesia. Karena pada saat ini sering sekali kebijakan pemerintah diberlakukan karena dorongan atau permintaan dari negara-negara adidaya penguasa WTO demi kepentingan mereka sendiri. Semua negara pasti takut untuk menolak permintaan ini, oleh karena itu peran mahasiswa sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah dalam menentukan kebijakan-kebijakan ekonominya.

Semua pihak sangat dibutuhkan perannya dalam memecahkan permasalahan ini. Perdagangan bebas bukan sesuatu hal yang patut ditakuti tetapi harus menjadi tantangan demi kehidupan kita yang semakin baik. Peningkatan kualitas menjadi solusinya. Karena dengan hal tersebut, pengusaha lokal dapat bersaing dengan pengusaha luar negri dan tidak mengalami kematian yang akan mengakibatkan lumpuhnya perekonomian negara. Peran mahasiswa sebagai pengontrol kebijakan pemerintah perlu ditingkatkan agar kebijakan tersebut tidak merugikan bangsa sendiri.


NB : Tugas ini dikerjakan hanya dalam waktu dua jam dan penuh tekanan, jadi kalau ada kata yang tidak relevan dan significant harap bisa dimaklumi.

Wednesday, January 31, 2007

Aksi PP 37 Tahun 2006

Kembali ke aksi....
Kembali Ke Laptopppp........

Hehehe...Kemarin gw aksi lagi. Aksi "Tolak PP 37/2006".
Seperti yang kawan-kawan sudah ketahui lewat berita-berita di koran, tv, radio, ataupun hanya dari mulut ke mulut, PP 37/2006 ini mengatur tentang tunjangan komunikasi intensif kepada para pimpinan dan anggota DPRD di seluruh provinsi di Indonesia. Dilihat dari tujuannya saja, hal ini sudah bisa dianggap pada pemborosan terbuka. Kenapa "Pemborosan" ? Karena hal ini tidak mencerminkan adanya sikap hidup sederhana dari setiap anggota DPRD yang seharusnya bisa mensejahterakan rakyat yang dulu telah memilihnya. Memang keluarnya PP ini akibat dari rongrongan anggota dewan yang terus-terusan secara intensif meminta gajinya dinaikkan. "Gaji kita di bawah standar, coba lihat wakil rakyat di negri lain!", kata mereka. Nggak punya otak apa ya mereka, nggak pernah lihat ke bawah ya? coba lihat dulu dong di bawahnya, apakah gaji rakyat kita sudah standar?

Selain pemborosan, PP ini juga bisa membuka peluang untuk tindak korupsi. Korupsi tersistem namanya. Hal yang mengakibatkan itu adalah adanya pasal kontroversial yaitu pasal 14 d, dimana disitu tercantumkan adanya pemberian tunjangan rapel kepada anggota Dewan. Dimana karena pasal ini, para anggota dewan mendapatkan uang tunjangan dari bulan januari 2006 sampai bulan desember 2006, padahal PP ini baru disahkan pada bulan November. Dari sinilah kecacatan hukum pada PP ini terlihat. Korupsi tersistem. PP yang merampok uang rakyat.

Kembali ke cerita...
Tadinya gw nggak kepikiran untuk ikut aksi ini. Tapi karena stock DVD di rumah lagi abis, dan gw nggak ada kegiatan, dan lagi gw sudah janji sama Ilman, maka dengan yakin gw langkahkan kaki ini ke kampus. Berangkat dari rumah jam 08.30, gw sampe di kampus tepat jam 09.00, tapi entah kenapa belum ada alis mata yang nampak di tempat yang sudah dijanjikan. akibatnya ya gw nge-net dulu sebentar.

Dari Fasilkom sendiri, gw ditemani oleh oarang-orang terpilih antara lain Arief'06, Dhiemas'06, kamal'05, Ilman'05. Berangkat dengan tiga bus, kita langsung bergegas menuju DPRD DKI jakarta. Di sana kita nggak lama, hal ini dikarenakan anggota DPRD yang tidak menerima kedatangan kita, padahal ketua DPRD DKI Jakarta sudah berjanji untuk bertemu dengan rombongan kami. Lalu kita bergegas longmarch ke Istana Negara. Di sana kita kembali berorasi dan menggelar bebrapa aksi teatrikal untuk menggambarkan akibat-akibat dari PP 37.

Huuhh...Fuihhh...
Aksi ini nggak sia-sia...akhirnya PP 37/2006 pun langsung dicabut sementara untuk direvisi. Dan pasal yang kontroversi segera dihapuskan. Dana-dana yang sudah ddikeluarkan pun diharuskan dikembalikan ke pemerintah paling lambat Desember 2007.

Kepada para mahasiswa yang merindukan kemenangan
Kepada rakyat yang kebingungan di persimpangan jalan
Kepada pewaris peradaban yang telah menggoreskan
sebuah catatan kebanggaan di lembar sejarah manusia

Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan

Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negri tercinta.


Ya...lagu ini terus berkumandang di sana kemarin. Lagu semangat bahwa kami takkan pernah lelah untuk mengontrol dan mengawasi kinerja pemerintah...

Tak pernah rasa rugi menapak jalan ini...
HIdup Mahasiswa!!!
Hidup Rakyat Indonesia

Friday, December 08, 2006

Malam Yang Indah di "Gubernur Kita"

Sore itu saya gak tahu mau ngapain, terus berada di depan komputer sembari menunggu hujan dan teman yang membawa motor saya. Tiba-tiba datang sebuah SMS,
"Smel, gw msh nungguin hujan d pusgiwa.maaf ya! deres bgt nih.btw,mau k lativi ga? gw d undang sm fisip ui acara gubernur kita.malam ini.mau g?gw sndr nih"
Ya, sebuah sms dari teman gw, Yudi Ariawan-Ketua BEM Fasilkom UI 2006/2007- yang sedang meminjam motor gw untuk pergi ke Pusat Kegiatan Mahasiswa(pusgiwa) UI. Pas baca sms itu gw kaget, koq acara "Gubernur Kita" di lativi sih? gw yang notabene pembaca setia perspektif.net, sempat kaget, koq acara "Gubernur Kita" ada di lativi sih? bukannya di jak-tv ya? Dengan cepat, gw langsung bales sms itu dengan sms yang isinya pertanyaan,
"Koq lativi sih?Bukannya jak-tv ya? di lativi mah yang ada cuma komedi tengah malam sama smackdown"
Tak peduli dengan permasalahan di atas, gw langsung meng-iya-kan ajakan beliau. Selain pengen cari pengalaman, gw juga pengen ketemu pak ww yang selama ini blog-nya selalu gw baca. Ya udah, dengan bergegas gw dan yudi langsung menuju senat fisip ui. Sesampainya di sana, gw langsung makan di kantin yongma fisip ui karna memang dari tadi siang gw belum makan. Ternyata setelah gw pikir, udah lama juga ya gw nggak makan di tempat ini, mungkin udah setahunan kali ya?

Waktu yang ditunggu akhirnya datang juga. Akhirnya kita memutuskan untuk berangkat karna waktu sudah semakin menipis. Setelah berkumpul di gedung a fisip ui, tiba-tiba ada mobil kijang berwarna biru datang dari arah kiri, sesaat, keluar orang yang familiar di mata gw. "Itu kan pak gumilar, dekan fisip ui", dalam hati gw bergumam. Lalu beliau berkata, "ayo sebagian naik ke mobil saya, sebagian lagi naik taksi". Orangnya dermawan banget, merakyat lagi, kapan ya gw punya dekan kaya dia?

Gw, Yudi, dan Tita-Ketua Departemen Kajian dan Aksi Strategi Senat Mahasiswa FISIP UI 2006/2007- naik taksi selama perjalanan. Di perjalanan, kita banyak cerita-cerita dari yang gak penting sampe bahas kondisi politik dan negara sekarang ini. Akhirnya dengan biaya Rp.50.500 kita telah sampai di jak-tv. Kamipun bergegas turun dan penyambut kami sudah dengan antusiasnya menyuruh kami agar segera ke studio untuk latihan lagu soundtrack "Gubernur Kita". Setelah sampai ke studio, tiba-tiba kami disuruh makan dulu sebelum siaran,"What!! Makan lagi,,wah program diet gw kacau lagi deh...". Selesai makan, kita latihan nyanyi (mirip paduan suara). Yang ngajarin kocak, lagunya juga lucu..Jadi serasa Maba lagi....

Acara pun dimulai, Penontonnya dari Fisip ui(Yang akhirnya, ketahuan juga sama Fenny Rose, kalau gw anak Fasilkom...dan dia menunjuk gw...wah muka pak gumilar jadi kaget setelah mengetahui ada penyusup di fisip ui). acara Lengkapnya bisa di baca di sini.

Yah, acara berlangsung dengan baik. Ada 5 perwakilan partai yang tampil, PPP,PAN,PD,PDS, dan PDIP. Setelah ditanya, mereka semuanya mengeluarkan jawaban yang hampir serupa ketika ditanya siapa BALON Gubernur DKI Jakarta yang akan mereka ajukan, Jawabannya hampir serupa yaitu Agum Gumelar, Fauzi Bowo, dan Bibit waluyo. Paling yang membedakan ialah nama Sarwono kusumaatmaja yang hanya dibawa oleh PAN dan PD.

Acaranya seru, sangat menggelitik karna selalu menyinggung masalah Poligami dan "YZ dan ME". Tapi ada hubungan antara poligami dengan acara ini, karna di sini para perwakilan partai mendeklarasikan Polipartai yaitu Koalisi Jakarta-PAN,PDIP,PPP,PD,PDS,PKB,PBR-.Menurut saya, konsep polipartai ini tidak bagus karena para partai ini seperti tidak punya idealisme saja, tujuannya selalu menang dan menang tanpa memikirkan idealisme yang diusung olehnya sejak berdiri.
Golkar dan PKS kemana?
Golkar nggak bisa hadir karena sedang ada "RAPAT DEWAN KEHORMATAN" membahas anggotanya yang tidak terhormat(yahya zaini).
Kalau PKS tidak datang, semua orang nggak tahu.....kenapa ya?
  • Apa takut?
  • Apa memang calonnya belum berani dengan resmi menyatakan keikutsertakannya-Adang daradjatun- yang saat ini sedang menjabat sebaga WAKAPOLRI?

Ketidakhadiran PKS memang membuat saya sedikit kecewa. Sampai episode ke-10 acara "Gubernur Kita" partai ini tidak pernah datang. Padahal kan saya ingin melihat, bagaimana pilihan saya? benar atau tidak?. Tapi mungkin ada kendala yang sangat mengganggu sehingga PKS tidak bisa datang ke acara ini. (Sedang mencoba berpikir positif).

Tapi akhir-akhir ini saya rasa memang ada konspirasi yang ingin menjatuhkan PKS. Kita tahu pemenang pemilu di daerah jakarta adalah PKS, dan inilah yang membuat PKS berada di atas angin dalam pemilihan kepala dareah DKI Jakarta yang kan datang. Sekarang ada Koalisi Jakarta(terdiri dari partai besar) yang akan menhalangi PKS ditambah dari GOLKAR yang belum mengeluarkan pernyataan resminya. Mungkinkah PKS dapat lolos dari penghadangan ini? Kita tunggu setelah PKS mengeluarkan dengan resmi siapa BALON yang akan dilempar dari PKS.

Ya..memang pelik dunia perpolitikan di Indonesia. membuat orang biasa menjadi pusing.
Setelah acara selesai, saya langsung bergegas menuju ke kursi pak wimar witoelar. saya berjabat tangan dengan beliau dan berbisik,
"Saya pembaca setia perspektif.net lo, pak"
Wah, beliau langsung gembira dan senang, dan berpesan kepada saya agar sering-sering berkunjung dan memberi komentar. Di situsnya beliau menampilkan foto kami dan menuliskan dengan title,
"Mana yang suka baca PO? Comment dong"
Sontak,saya langsung senang karena beliau masih mengingat saya..saya pun langsung memberi komentar panjang pada situs beliau. Saya pun menjelaskan, tempat saya berada pada foto tersebut..

Untung saya ikut, kalau tidak pasti kesempatan bertemu dengan Blogger (Pak Wimar) pasti terlewatkan...


NB: Sampai sekarang saya dan pak Wimar sedang aktif ber-email ria.....


Saturday, November 18, 2006

Aksi BEM UI (Tolak Neo-Kolonialisme)

Sebenernya gw mau cerita banyak, tapi karena si sidik udah cerita,ya gw tinggal nambahin aja.

Yup...lagi-lagi gw ikut aksi. Memang aksi nggak bisa dipisahkan sama gw. Seperti halnya bermain bola, aksi memang menjadi rutinitas gw. Bukan berarti gw hobi aksi, tetapi gw seneng aja kalo ikut serta mengingatkan pemerintah. Bagi gw aksi itu seperti hidayah yang diberikan Allah swt terhadap hambaNya. Hidayah sebagai pengingat kalau perbuatan yang dilakukan oleh hambaNya itu salah. Masalah sang hamba itu mau apa tidak mengikuti jalan yang benar, itu bukan maslah gw tapi masalah sang individual dia. So, menurut gw aksi itu nggak salah koq. Yang salah ialah ketika kita harus diam dengan mulut ternganga, melihat semuanya berjalan dengan tidak benar. Dan dia dengan enaknya kalau memvonis bahwa aksi ialah perbuatan yang tidak berguna.

Aksi atas garda BEM UI ini, bertujuan untuk menentang sikap pemerintah yang terlalu berlebihan dalam menyambut presiden USA George W Bush dalam lawatannya ke Indonesia. Selain itu, BEM UI juga menolak tindakan penjajahan gaya baru yang diusung oleh USA dan sekutunya (Neo-Kolonialisme).

Berbeda dalam aksi yang pernah gw ikuti, dalam aksi kali ini gw bertugas untuk meliput jalannya aksi dengan mengunakan handycam milik Dirga. Berbeda karena biasanya saya hanya bertugas sebagai border dan bunker. Menjadi peliput atau kerennya kameramen, membuat gw harus bisa mengambil gambar dengan bagus dan mendokumentasikan event-event yang penting. Berat memang mengingat gw belum pernah melakukan hal ini.

Pada sesi pertama (tempat Bundaran Psikologi UI) tidak banyak gambar yang saya ambil. Di sini saya hanya mengambil gambar orasi-orasi dari penanggung jawab aksi-habiebie- dan orasi dari sospol-kristian-tentang penjelasan aksi. Terekam pula beberapa gambar yang berisikan mahasiswa-mahasiswa Fasilkom UI.

Pada sesi kedua (jalan Salemba) banyak gambar yang saya ambil. Diantaranya ialah gambar ibu-ibu tua yang dengan semangatnya mendukung aksi mahasiswa kali ini. pada ibu itu saya ambil gambar dekat, terlihat matanya berlinang, terlihat sedih, dengan gagah dia mengangkat tangannya ke atas sebagai simbol perjuangan.....barangkali di dunia ini, banyak yang seperti ibu ini, walaupun sudah tua, tapi semnagatnya masih muda dan membara..Terima kasih ibu atas dukungannya, dan terima kasih atas dua dus aqua yang ibu berikan. Doakan kita meraih kemenangan..dan negri ini bisa maju..amiennnn...

Pada sesi ketiga(Bundaran HI sampai ???) terdapat banyak gambar yang isinya tentang pergerakan mahasiswa. Ribuan mahasiswa berjalan dengan gagahnya dari bundaran HI menuju Istana Negara. Tapi pada sesi ini hanya sedikit gambar yang saya ambil, mengingat daya tahan batere pada handycam tidak mencukupi lagi. Menyesal memang, andai saja baterenya tahan lama, mungkin akan ada sesi selanjutnya...

Aksi kali ini takkan pernah terlupakan......masih teringat ketika..
Mengambil gambar ibu itu.....
naik ke jembatan dan mengambil gambar.....
berlarian di bundaran HI...............
Mengejar bis, karna saya sok-sokan turun dari bis untuk mengambil gambar.....
Bercanda dengan para wartawan.....
berkumpul pada satu titik bersama wartawan.....
naik ke mobil sound dan mengambil gambar......
meliput teman-teman FASILKOM yang naik di atas bis.....
Bisa bebas, pergi ke mana saja, serasa Bundaran HI adalah milik saya....
Bersalaman dengan pak polisi yang baik itu.....

Masih banyak lagi yang tak terlupakan...rasa lelah ini tak ada artinya jika dibandingkan dengan pengalaman yang kudapat. Tak pernah menyesal...............


aduh enaknya jadi wartawan........
mungkin suatu saat gw bisa nyambi jadi wartawan lepas.....
mungkin suatu saat gw punya kamera yang bagus yang membuat iri hati ini.....

terima kasih Allah...
sungguh karuniaMu teramat besar..........

Ps: foto-foto dan videonya menyusul.....

Monday, September 18, 2006

Indahnya Dunia Tanpa Korupsi

Dunia tanpa korupsi....
Hal di atas menjadi harapan bagi semua orang di dunia ini. Tanpa korupsi tentu akan membuat laju pembangunan suatu negara menjadi lancar dan terpadu. Tanpa korupsi pula kemiskinan dan jumlah pengangguran akan semakin mudah untuk ditekan.

Korupsi merupakan bagian dari kebohongan. Biasanya sih kebohongan yang menyangkut uang atau kepentingan khalayak ramai. Kekuasaan menjadi peran yang sangat penting di sini, dengan kekuasaanlah biasanya manusia dapat terlena dan berbuat salah. Kekuasaan sering disalahgunakan. Dia dicari-cari, diperebutkan, dibangga-banggakan, tetapi setelah mendapatkannya, dia dipermainkan, disalahgunakan, dikotorkan.

Yang menjadi korban tentu saja bawahannya, rakyatnya, keluarganya, bahkan dirinya sendiri. Bukan menjadi masalah jika dirinya sendiri yang menjadi korban, tapi karena kesalahannya itulah dia telah berani mengorbankan agama serta prinsip-prinsipnya.

Mencegah korupsi terjadi, tentunya menjadi tugas semua orang, mahasiswa pada umumnya. mahasiswa menjadi garda terdepan dalam menghadapi masalah yang satu ini. Mahasiswa adalah simbol dari pagar negara, tetapi mahsiswapun dapat melakukan kesalahan yang sama. Jadi yang terpenting adalah sikap kita yang menhindari korupsi sekeceil mungkin, sedini mungkin. serta turut serta mengawasi pemerintah dan mahasiswa.

Friday, August 04, 2006

Laporan Indonesia Vs USA

Pidato presiden bush
Sifat : Rahasia
Waktu : Rahasia
Tempat : Rahasia

Ehm ehm...

Kepada yang terhormat Direktut CIA, FBI, Direktur Bank Dunia, ADB, IMF, CEO Haliburton, Exxon Mobil, freeport, Bangkir2 Internasional, Dan semua yang telah membantu kami membiayai perang irak, Afganistan, serta menyebarluaskan kakuasaan Imperium global, Direktur media dan televisi CNN, ABC, NBC, yang telah membantu propaganda kita, kami ucapkan terima kasih

Hari ini adalah hari yang sangat penting karena pada hari ini saya akan melaporkan keadaan indonesia, negeri yang mayoritas penduduknya islam, yang dulu kita takuti itu, sekarang sama sekali tak berdaya di hadapan kita.

Karena kini tak ada satupun yang perlu kita takutkan dari negeri itu, laporan Intelejen mengatakan bahwa tak ada satupun bahaya potensial yang akan menggangu kepentingan kita di negeri itu.

Kita tidak perlu takut kepada angkatan bersenjata mereka, karena senjata yang mereka gunakan adalah kiriman dari negeri kita, lihatlah ketika kita jatuhkan embargo senjata, tentara-tentara mereka seperti maung ompong ha ha ha ha (penonton tertawa), yang lebih lucu lagi kemarin presidennya sendiri yang memelas pada kita untuk menghentikan
embargo itu ha haha. (penonton tertawa).. kasihan-kasihan.

Tak perlu takut pada generasi mudanya, rupanya faham materialisme, budaya konsumtif, hedonisme, individualisme, yang kita ajarkan itu lewat iklan-iklan kita, tayangan-tanyangan televisi kita, film-film kita, propaganda-propaganda kita, sudah tertanam pada hati dan pikiran sebagian besar dari mereka, jangankan memikirkan negeri atau umatnya lebih-lebih agamanya, kini mereka hanya memikirkan kesenangan diri mereka sendiri, bayangkan saja Negara semiskin itu penduduknya menempati urutan tertinggi dalam urusan berbelanja baju ke Singapura, mengalahkan jepang, australia, dan cina sekalipun. ha ha ha (penonton tertawa ).

Tak perlu takut tentang pelajar-pelajarnya, karena mahasiswa-mahasiswa terbaiknya selalu kita rekrut dan kita pekerjakan di perusahaan-perusahaan minyak atau tambang kita, dan kita menyuap mereka dengan gaji yang besarnya sama dengan loper koran di negeri kita ha ha ha. ( penonton tertawa ). Bayangkan orang-orang terbaiknya hadirin.

Tak perlu takut kepada pemimpin politik dan pejabatnya, karena sebagian besar dari mereka adalah orang yang gila jabatan dan sangat mudah untuk di suap, untuk uang dan jabatan, mereka bisa kita minta untuk melakukan apa saja sesuai keinginan kita. ha ha ha ha (penonton tertawa ).

Tunggu,tunggu, Ada kabar yang lebih menggembirakan lagi, menurut laporan Intelejen yang saya terima, bahwa umat islam di sana telah terkotak-kotak menjadi banyak kelompok dan golongan. Tiap-tiap kelompok menjatuhkan yang lain dan mengganggap kelompoknya yang lebih baik dari yang lain, ada bibit kebencian yang besar di antara mereka yang dapat kita manfaatkan. sangat mudah bagi Intelejen kita yang berpengalaman untuk mengadu domba diantara mereka.

Hutang mereka sudah sangat besar dan hampir mustahil bisa mereka bayar, 22% APBN mereka habis untuk membayar hutang kepada kita, sehingga mengurangi anggaran pendidikan mereka, kesehatan mereka, dan pelayanan sosial mereka. Sehingga di negeri itu banyak penduduknya yang kelaparan, miskin, sakit dan tak mampu berobat, ini merupakan keuntungan bagi kita. Karena semakin lama jika kondisi tidak berubah, maka akan tercipta generasi yang lemah dari negeri itu. Yang tidak akan mampu melawan kita, seperti yang selama ini kita harapkan.

Kekayaan negeri mereka hampir semuanya kita kuasai, lebih dari 96% ladang minyak mereka telah kita miliki, tambang batu-bara, tembaga, emas, yang beroperasi di negeri itu hampir semuanya adalah milik kita. Lebih dari itu mimuman-minuman, makanan-makanan, buku-buku, walau banyak yang ngopi, komputer-komputer, software-soffware mereka, walau banyak yang ngebajak, bahkan odol dan sabun yang mereka gunakan adalah produksi perusahaan2 kita. ha ha ha (penonton tertawa),

....Indonesia merupakan ladang dollar kita yang harus tetap kita pertahankan bagaimanapun caranya, 200 juta lebih penduduk negari itu merupakan konsumen bagi produk-produk perusahaan kita.

Singkat kata Indonesia telah kalah dari kita baik dari segi Ekonomi, militer, politik, budaya,Teknologi, dan lain-lain dan lain-lain

Untuk menjaga agar kondisi ini tetap berlangsung, maka saya sarankan agar lebih mengefektifkan promosi budaya konsumtif dan hedonisme kepada mereka, kepada agen-agen CIA agar memecah belah umat islamnya, tebarkan kecurigaan dan fitnah di antara mereka,biar mereka terus berkelahi dan tidak punya waktu untuk melawan Imperialisme kita, terus rekrut generasi muda terbaiknya agar bekerja untuk perusahaan-perusahaan kita, sehingga tidak akan banyak gerakan yang menentang kita.

Sebelum mengakhiri pidato ini, saya ucapkan terima kasih atas kerja sama yang luar biasa ini, kepada seluruh pihak yang telah ikut serta membantu usaha kita, perusahaan-perusahaan Multinasional, Televisi dan Media masa, Bank Dunia, IMF, CGI, Negara-Negara sekutu, Economic Hit Man, Mafia Berkeley, yang terhormat pejabat korup indonesia. Dan lain-lain, dan lain-lain.

Sekian dan terima kasih.

President USA
George W. Bush

NB; sifat sangat rahasia, boleh di buka kepada public 25 tahun yang
akan datang.

Sumber : Rahasia juga...

walaupun fiksi, smoga bs jd bahan refleksi diri...

Saturday, July 22, 2006

KORUPSI

Disaat semua orang sedang gencar-gencarnya dalam memerangi KORUPSI, gw disini sedang tidak berdaya dilanda masalah yang menurut gw ujung-ujungnya KORUPSI. Ya!! di fakultas inilah gw melihat dengan jelas tentang adanya KORUPSI tersebut, malahan gw bisa dibilang bukan hanya melihat tapi juga turut serta andil dalam keberlangsungannya proses KORUPSI tersebut.

Ya ALLAH ampunilah diriku...
Teman-teman maafkanlah diriku...

Mungkin Oknum itu melihat kepolosanku, keramahanku, serta yang lainnya sehingga dia memilih daku sebagai alat untuk melakukan KORUPSI. Walaupun jumlah uang yang menjadi kejahatan tidak mencapai angka triliyunan, tapi tetap saja maslaah KORUPSI ini sangat mengganjal di pikiran gw. Gw nggak enak sama temen-temen gw yang lainnya, tapi gimana dong? gw nggak bisa mengelak. Gw pikir gw telah bisa mengakrabkan diri gw ke dalam semua elemen fakultas ini, tapi kenapa hal itu dijadikan keuntungan buat dia, padahal itu bukan haknya.

MARKUP DANA. Ya itulah yang terjadi.. dengan beberapa tanda tangan dari gw dia bisa memanfaatkan segalanya, dia bisa tertawa di sana, dia bisa foya-foya, tapi dia KORUPSI.

Ya ALLAH ampunkanlah dosa-dosa dia...
Semoga dia bisa kembali ke jalan yang benar dan menyadari akan kesalahannya itu...

Mungkin dia sangat membutuhkan uang itu.
Mungkin dia sedang dalam kesusahan.

Aku hanya bisa berdoa dan terus berpikir positif..
tapi aku takut menjadi pelaku...

Saturday, July 08, 2006

Sikap UI Terhadap UN

Disarikan dari hasil pertemuan antara ketua-ketua lembaga kemahasiswaan dan direktur pendidikan UI tanggal 30 juni 2006.
Berkaitan dengan ujian nasional dan banyaknya siswa yang tidak lulus dalam ujian tersebut, termasuk mereka yang sudah diterima melalui proses penelusuran minat dan bakat dari berbagai kampus di seluruh Indonesia. Maka sikap UI adalah sebagai berikut :
A.Untuk mahasiswa UI yang diterima lewat jalur PPKB (Prestasi dan pemerataan kesempatan belajar) dan tidak lulus ujian nasional, maka :
1) UI akan menerima jika yang bersangkutan lulus dalam ujian program paket C yang akan diselenggarakan pemerintah
2) Jika yang bersangkutan tidak lulus ujian nasional dan tidak ingin mengikuti ujian paket C, maka surat undangan PPKB dari UI tetap berlaku bagi siswa yang bersangkutan untuk tahun depan. Siswa yang bersangkutan dapat mendaftar tahun depan dengan undangan yang ada saat ini, dengan syarat lulus dari SMU pada tahun 2007 nanti.
B. Berkaitan dengan pelaksanaan SPMB nanti, maka :
1) UI menegaskan bahwa hanya akan menerima mereka yang lulus SPMB dan lulus SMU. (Terlepas dari dia lulus UN atau paket C)
2) Berkaitan dengan usulan perubahan waktu pendaftaran berkaitan dengan pelaksanaan ujian susulan paket C, maka UI menegaskan tidak akan mengubah jadwal registrasi maupun perkuliahan untuk tahun ini. Tidak akan ada penyesuaian jadwal yang sudah dibuat dengan rencana pelaksanaan ujian susulan paket C.
- M. Rizki Ramadhani
- Anggota MWA UI unsur mahasiswa

Thursday, June 29, 2006

Salah Siapa?

Mendengar jeritan dan tangisan siswa SMA yang tidak lulus UAN memang akan membuat hati kita terpanggil untuk turut iba melihat kesedihan mereka. Usaha mereka selama 3 tahun dalam menempuh ilmu di bangku SMA dapat digoyahkan oleh 3 hari waktu ujian. Sangat ironis memang jika kita teliti lebih jauh lagi, apalagi setelah kita tahu bahwa jumlah mereka yang tidak lulus bisa dibilang tidak sedikit.

Dimana masalahnya?

Pertanyaan yang selama ini selalu terpikir di kepala penulis. Ya! Dimana masalahnya? pada pemerintahkah yang selama ini telah menetapkan aturan mainnya, pada pihak sekolahkah yang selama ini telah secara langsung mendidik para siswa, atau malahan memang disebabkan oleh para siswa itu sendiri yang telah mengangap ujian itu hanya main-main belaka, bukan menganggap ujian adalah gerbang dimana kehidupan seseorang selanjutnya dapat meningkat, seperti sabda Rasulullah SAW, "Sesungguhnya ujian itu menaikan derajat seseorang".

Jika dilihat dari sisi pemerintah

Sebenarnya tujuan pemerintah sudah jelas yaitu ingin meninggikan kualitas SDM dari lulusan SMA yang ada. Sistem telah dirancang sedemikian rupa sehingga menghasilkan putusan berupa batasan nilai yang harus dilampaui oleh para siswa agar bisa lulus. Publikasi pun telah jauh-jauh hari telah dikeluarkan oleh pemerintah mengenai aturan main, syarat kelulusan, serta akibat jika seseorang tidak lulus. Publikasi tentang tidak adanya ujian susulan jika siswa tidak lulus pun sebenarnya sudah dari awal telah diumumkan, bahkan penulis yang bukan siswa SMA pun sudah mengetahuinya sejak awal. Begitu pula dengan program Paket-C yang diberikan sebagai alternatif jika para siswa tidak lulus, karena tidak ada ujian susulan(baca: perbaikan) para siswa diberikan pilihan untuk mengulang di SMA yang bersangkutan atau dengan mengikuti program Paket C. Mungkin jika dilihat dari tulisan di atas, ada anggapan penulis terlalu memihak kepada pemerintah. Penulis merasa pemerintah sudah cukup benar dalam menetapkan aturan-aturan tersebut, karena :

1. masalah batasan nilai
Batasan nilai sebagai saringan. Jika pada saringan tersebut terdiri dari lubang-lubang yang besar, buat apa ada saringan? toh semuanya dapat melewati saringan tersebut, dan tak ada pembeda antara yang besar dan yang kecil, yang pintar dan yang bodoh, yang pantas lulus dan yang tidak pantas. Jadi aturan batasan nilai yang dikeluarkan oleh pemerintah sangat masuk akal dalam arti guna mencari manusia-manusia yang unggul dalam menghadapi era globalisasi ini.
2. masalah tidak adanya ujian susulan
Di dalam hidup ini, jika kita gagal dalam menghadapi ujian maka kita tidak bisa kembali atau memutar kembali waktu untuk mengulangi hidup dan memperbaiki kesalahan kita. Seperti itulah juga harusnya ujian sekolah kita, tidak ada yang namanya perbaikan. Karena jika siswa mengetahui akan ada ujian perbaikan maka usaha yang siswa berikan akan tidak maksimal pada ujian dan pasti ada selentingan seperti ini "ah, ada perbaikan ini. Santai aja lagi!". Jika hasrat tidak tinggi mana mungkin para siswa dapat menghadapi ujian sebenarnya dalam hidup ini.

Tapi bukan berarti pemerintah tanpa cela atau bersih dari masalah, ada satu point yang sangat mengganjal yaitu tentang Paket C. Ada ketidakjelasan tentang program ini, baik itu prosedur-nya, prosesnya serta jaminan lulusan dari program ini, apakah akan diterima oleh perguruan tinggi(PT) atau tidak. Lagi-lagi kesalahan ini akibat dari kurangnya kordinasi antara pemerintah dengan perguruan tinggi yang telah menjadi BHMN.

Dari sisi sekolah

Sekolah pun sudah merancang secara jeli apa-apa saja program yang paling tepat untuk dikembangkan di sekolahnya. Mulai dari ujian Try-Out yang menurut penulis merupakan ujian bayangan karena sebagian soalnya adalah sama (tidak persis) dengan ujian aslinya. Program bimbingan sudah digalakan dari jauh-jauh hari, pendalaman materi dan sebagainya yang bertujuan mendongkrak prestasi siswa telah dilakukan. Segala keuntungan untuk siswa telah diberikan oleh pihak sekolah, karena langsung maupun tidak langsung nama baik sekolah bergantung dari tingkat kelulusan siswanya. Oleh karena itu sekolah berani memberikan kemudahan yang penulis anggap sebagai kemudahan yang tidak perlu karena juga akan mematikan tujuan dari ujian itu sendiri. Penulis beranggap sekolah telah menjual idealisme dan visi dan misi mereka dengan nama baik. Tapi penulis juga merasa bingung sendiri karena kenapa setelah pihak sekolah telah berikan kemudahan tetap saja angka ketidaklulusan tetaplah tinggi. Bingung, bingung, dan bingung.

Dari sisi siswa

Penulis beranggapan masalah yang sebenarnya adalah pada sisi ini. Para siswa yang menentukan hidup mereka sendiri, telah diberikan kemudahan oleh pihak sekolah tetapi tidak bisa memanfatkanya. Seharusnya mereka bisa lebih siap lagi dalam menghadapi ujian, lebih mempersiapkan, lebih, dan lebih. Karena dengan persiapan yang matang semua ujian itu bukanlah masalah yang berarti. Penulis sempat kesal juga dengan pernyataan dari siswa yang tidak lulus saat demo di bandung, pernyataannya kurang lebih seperti ini:
"Saya sudah bersusah payah belajar tiga tahun, 7 hari seminggu, 24 jam dalam satu hari, tapi kenapa saya dikalahkan dengan waktu tiga hari ujian"
Penulis hanya bisa bilang "Tanya Kenapa?" kenapa jika sudah susah payah tetap tidak lulus, apakah susah payahnya hanya dengan kata-kata saja? Atau dia baru sadar kata ujian itu sendiri? kenapa dia menyesali adanya ujian yang tiga hari dapat mengalahkan kesusahpayahan dia selama tiga tahun? Tapi menurut saya siswa ini sudah cukup pintar karena bisa menyebut jumlah hari dalam seminggu dan juga jumlah jam dalam sehari. Tetapi tidak baik juga jika terlalu memojokkan siswa karena penulis merasa siswa juga punya kebaikan dan kekurangan yang seharusnya bisa dicermati lebih jauh.

Jadi kesimpulannya semua elemen yang disebutkan oleh penulis di atas punya partisipasi dalam porsi kesalahan. Semuanya salah! bahkan mungkin penulis pun salah karena tidak mencermati isu ini sebelumnya. Ya! semuanya salah! tidak ada yang benar di sini! Jadi penulis berharap tidak akan adanya sikap saling salah-menyalahkan, tidak ada saling meng-kambinghitamkan masalah. Yang penulis inginkan adalah kedepannya proses pendidikan kita dapat lebih baik dan memperoleh SDM-SDM yang unggul guna mencapai tujuan kita semu yaitu Indonesia yang maju dan berkembang. Penulis merasa senang sekali jika semuanya dapat duduk bersama dalam memecahkan maslah ini dan tidak membiarkan jamur saling menyalahkan berkembang lagi di bumi Indonesia ini. Akhir kata, penulis memohon maaf atas semua kesalahan yang penulis perbuat pada artikel ini. Penulis menulis artikel ini agar Indonesia dapat lebih maju dan berkembang lagi.
Hidup Indonesia! Hidup Pendidikan Indonesia! Hidup Mahasiswa! Hidup OrKreS!


Tuesday, June 27, 2006

Jangan Takut Masuk UI!

Kami BEM UI dan BEM/Senat Mahasiswa se-UI mengajak teman-teman calon mahasiswa untuk berkompetisi memasuki Universitas Indonesia dengan kemampuan akademik terbaik yang kalian miliki. Jangan khawatir dengan masalah biaya kuliah. Karena bagi teman-teman calon mahasiswa dengan keterbatasan keuangan akan diberikan keringanan biaya berupa pembebasan biaya studi, uang pangkal (admission fee) dan diberikan beasiswa (sesuai dengan pernyataan Rektor UI). Dan prosedur untuk keringanan ini pun tidaklah sulit.

Ada sebuah kisah yang menarik untuk lebih meyakinkan teman-teman. Setahun yang lalu seorang lulusan SMU di Jakarta mendaftar SPMB dan menetapkan pilihannya untuk masuk UI. Awalnya ia sempat khawatir karena ada anggapan bahwa kuliah di UI sangat mahal sedangkan ia merupakan anak dari keluarga yang kurang mampu. Namun berkat keteguhan hatinya dan dukungan yang begitu kuat dari sang ibu dan mengingat UI memiliki prosedur keringanan biaya kuliah yang tidak sulit akhirnya ia diterima di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI angkatan 2005. Kekhawatiran biaya kuliah yang mahal sesekali masih terbayang menemani langkahnya ketika pertama kali menginjakkan kaki di UI setelah dinyatakan lolos SPMB 2005. Penyambutan yang ramah dari senior di jurusannya dan bantuan advokasi keringanan dari mahasiswa FISIP yang lain seketika melenyapkan kekhawatiran itu. Ternyata prosedur keringanan biaya kuliah tidak sesulit yang dibayangkan. Tahun ini merupakan tahun keduanya di FISIP UI.

Untuk itu yakinkan diri teman-teman untuk terus-menerus berkompetisi menjadi yang terbaik. Jangan biarkan masalah finansial menghalangimu untuk menggapai impianmu. Karena Universitas Indonesia adalah kampus yang menempatkan kemampuan akademis di urutan pertama bagi calon mahasiswanya, bukan kemampuan finansial. Jangan takut masuk UI! Kami dari BEM UI dan BEM/Senat Mahasiswa se-UI siap mengadvokasi teman-teman untuk mendapatkan hak dalam memperoleh biaya pendidikan yang berkeadilan di UI!

Kami tunggu teman-teman di Universitas Indonesia. Salam Perjuangan!!!


BEM UI dan BEM/Senat Mahasiswa se-UI

Universitas Indonesia, Depok-Salemba





buat persyaratan dlsb bisa diambil disini