Thursday, February 20, 2014

Traning VMWare Berujung ke Nostalgia Nge-Blog

Halooo,

Yak, Alhamdulillah keingetan ngeblog lagi.

Kali ini mau cerita tentang pengalaman semingguan ini, 4 hari tepatnya antara tanggal 18-21 Februari 2014. Ngapain aja empat hari itu? Tepatnya di hari ketiga saya menulis pengalaman saya melaksanakan tugas negara yakni pelatihan VMWare.

Apa sih VMWare? baiknya googling sendiri atau cari referensi yang sudah banyak beredar. Tapi saya merekomendasikan teman-teman langsung ke suhu vmware indonesia yaitu mas vavai di alamat vavai.net. Kebetulan training empat hari ini saya langsung ditraining oleh mas vavai.

Jadi, cerita kali ini adalah pengalaman saya training dengan mas vavai namun berujung ke nostalgia blog. Menurut cerita beliau, yang ceritanya saya kagumi, beliau menjalankan bisnisnya yang sekarang ini di www.excellent.co.id adalah hasil dari hobi dia. Apa hobinya?

Ternyata yang saya tangkap, hobi utamanya bukanlah atur jaringan komputer, utakatik zimbra, vmware, dll. Tapi hobi yang paling utama adalah sharing atau berbagi. Dengan hobinya ini mas vavai dapat dengan mudah menjangkau target marketnya dan berhasil menjalankan usaha sendiri dengan keluar dari kerjaan kantoran.

Dimana sharingnya? ya blog, ya internet.

jadi, kebiasaan ngeblog seharusnya jangan ditinggalkan. Kita memang saat ini sudah diguncang oleh aplikasi sosial media micro-blogging. Namun keterbatasan microblogging adalah kita sebagian besar hanya jadi penonton saja dan malah berbagi konten-konten negatif dengan teman-teman kita.

Jadi, ngeblog lagi yuk!!!

Thursday, March 21, 2013

Perguruan Tinggi di Indonesia

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, mengenyam pendidikan tinggi adalah suatu hal yang mewah. Barang tersier sebutannya dalam konsep ekonomi. Walaupun sebagian besar lagi bahkan menganggap sekolah sendiri adalah barang mewah. Pikiran seperti itu mungkin berasal dari orang-orang yang tidak mau maju dan menyerah terhadap problematika kehidupan sehari-hari di Indonesia.

Pendidikan Tinggi di Indonesia dikelola oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud. Dalam sejarahnya, dikti pernah juga menjadi satu pengelolaan dengan pendidikan menengah yang bisa kita kenal dengan sebutan dikmenti.

Saat ini, jumlah perguruan tinggi di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berjumlah 3190 PT yang terdiri dari 92 Perguruan Tinggi Negeri dan 3098 Perguruan Tinggi Swasta. Sementara itu ada juga perguruan tinggi yang dibawah kementerian lainnya. Kementerian Agama contohnya, memiliki binaan PTN dan PTS yang berjumlah sekitar 200an PT. Lalu ditambah dengan kementerian dan lembaga lain, jumlah Perguruan Tinggi Kedinasan/Kementerian lain berjumlah sekitar 493 PT. Dengan jumlah sebanyak itu tentunya masyarakat Indonesia punya banyak pilihan dalam mengenyam pendidikan tinggi.


BANNER FREE MEMBER

Tuesday, March 19, 2013

New Chapter

Bismillah..

di postingan kedepan, insya Allah akan menghadirkan tulisan-tulisan pribadi mengenai pendidikan tinggi di Indonesia. Mudah-mudahan satu bulan minimal ada dua postingan.

Semangat!!

Wednesday, October 17, 2012

Memanjakan Anak?

Salwa's Playing Area
Sekarang salwa sudah berusia 1 tahun 3 bulan. Di usianya saat ini dia sudah mulai pintar merespon kata-kata yang disampaikan oleh orang lain. Seperti "Pakai dulu sandalnya, salwa", "Cuci Tangan dulu", "Ayo bobo bobo", "Ambil topinya, Salwa", dll. Salwa sudah bisa merespon hal-hal seperti itu, Subhanallah. Dia itu udah tau sandal kaya apa, topi itu seperti apa dll. Semakin ke sini semakin sadar kalau pekerjaan kita sebagai orang tua semakin berat karena tanggung jawabnya. Jadi terngiang-ngiang lagi bagaimana dulu orangtua membesarkan kita. Mudah-mudahan saya bisa membalas jasa mereka, salah satunya adalah dengan mendidik dan membesarkan dengan baik cucu mereka.

Yang saya ingin ceritakan kali ini adalah perilaku semakin "pintarnya" Salwa. Bagi sebagian besar(sok tahu) orangtua muda seperti kami mungkin cenderung memanjakan anaknya. Namanya juga anak, tentu selama dia senang dan aktivitasnya positif tentu pasti akan kita dukung.

Nah sekarang ini Salwa jadi pinter ngambek. Ngambeknya pasti bikin luluh saya dan istri. Kaya nangis didramatisir gitu hehehe :p. Misal dia minta keluar rumah sementara kita lagi ga bisa keluar, ya mau ga mau harus diturutin dulu. Atau saat dia ngambek pingin minta dibukain kulkas, ya pasti kita bukain. Salwa suka main dengan barang2 yang ada di kulkas, mungkin dia terkesan sama suhu dingin di dalam kulkas. kalau yg terakhir ga baik bukan? tapi ya itu, salwa pasti manggil-manggil kita supaya dibukain kulkasnya, kalau ga, pasti dia merengek-rengek nangis sambil nutupin mulutnya. lucu deh ngeliat tingkahnya hehehe..

Tentu seperti yang diajarkan oleh orang tua kita, kalau mendidik anak mesti sabar, mesti punya banyak akal bagaimana mengajarkan sesuatu tanpa memberikan tekanan, paksaan. Nah disini tantangannya. menarik bukan? makanya buruan nikah! :p






Tuesday, August 14, 2012

Jember Trip

Kali ini saya mau cerita tentang perjalanan singkat ke kota Jember, kotanya Anang kata istri :p . Karena dadakan, jadi ga banyak yang bisa dilakukan di Jember.

Perjalanan ke Jember ini adalah untuk nemenin narasumber, Prof Munir (UB) untuk acara Sosialisasi UU Pendidikan Tinggi. Acaranya singkat, pesertanya antusias mulai dari Dosen sampai Mahasiswa. Bukan mau membahas tentang acaranya ataupun materinya (UU-Dikti), tapi kalau ada yang minat baca UU Itu silakan aja di-gooling ke laman dikti atau laman DPR.

Biasanya, kalau saya work trip itu belum pernah sejauh ini. Maksudnya jauh karena ke Jember butuh perjalanan darat minimal 4 jam dari Surabaya. Jadi setelah mendarat di Juanda, kita harus naik bis atau kereta ke arah selatan. Untungnya kemarin dijemput oleh jemputan pak Prof Munir -Kendaraan UB- jadi hemat ongkos dan waktu.

Jember terkenal akan tembakaunya, itulah kenapa Universitas Jember lambangnya ada gambar Tembakaunya. Selain tembakau, di sini ternyata banyak hasil bumi andalannya antara lain, kelapa, pisang, gula, dan lain-lain. Ga salah kalau PT Perkebunan Nasional ada cabangnya di sini. Karena banyaknya perkebunan ini bikin Jember jadi adem untuk dilihat.

Mengenai kotanya, mungkin karena ga sempet eksplor jadi saya ga tau kemana tempat-tempat favorit, aplagi makanannya, apalagi oleh2nya. Jadinya lebih banyak di Hotel aja untuk Istirahat. Mungkin lain kali bisa eksplor lebih jauh.