Friday, May 30, 2014

Masuk ke "Hutan" Internet Marketing

Belakangan ini, sejak bulan mei tepatnya saya mulai bergelut di hutan belantara "Internet Marketing"

Walaupun latar belakang saya dari ilmu komputer ternyata banyak ilmu-ilmu baru dan menarik yang bisa saya dapatkan, selain penghasilan tambahan tentunya :) Maklum, otak harus berputar demi cepat-cepat mengakhiri penderitaan akibat cicilan rumah :p, yang penting halal.. doakan berkah.. aminnnn...

Nah akhirnya saya menemukan komunitas Sekolah Bisnis 1 Milyar, saya temui komunitas tersebut awalnya dari facebook, tepatnya dari facebook teman saya Muhammad Alkautsar -Mantan Ketua BEM FEUI- yang sering menautkan nama Adryan Fitra. Penasaran, akhirnya saya sering facebook-walking. Ternyata Adryan Fitra ini adalah seorang internet marketer sukses yang menjadi Mentor di SB1M. Singkat kata akhirnya saya join, walaupun bukan dari alkautsar, tetapi malah dari link orang yang saya tidak kenal yaitu mas Rully Irawan.. hehehe

Sebenarnya awalnya saya tidak terlalu tertarik, tapi karena kebutuhan di awal tadi dan ternyata produk dropship dari SB1M adalah produk weight-loss saya jadi makin tertarik. Toh dalam pikiran saya, saya dapat ilmu, dapat teman baru, dapat produk, dan bisa kurus. hehehe

Tapi tenang, ikut SB1M bukan berarti harus jual produk rekanannya karena ilmunya bisa dipakai dengan produk yang lain. Dan setelah gw ikut ternyata banyak pengusaha yang ikutan, pengusaha properti, pengusaha grosir baju, pengusaha kreasi kulit. dll

Nah teaser dari SB1M dari saya mungkin bisa dilihat dari video berikut



Yang mau join, bisa daftar gratis dulu ke link di bawah ini: sb1m 300x 250 baru

Sunday, February 23, 2014

[WTB] Rumah idaman

Lewat blog ini, Saya Franova Herdiyanto hendak mencari rumah yang:

  1. Lokasinya strategis
  2. Tidak Banjir
  3. Masih di teritori DKI Jakarta (yang adem, jangan yang panas seperti di kebanyakan tempat di Jakarta Barat)
  4. Luas tanah > 100 m persegi
  5. Baru ataupun bekas tidak masalah
  6. Mobil bisa lewat, gratis mobil lebih disukai
  7. dan yang paling terpenting murah, < 200 jeti :D
Wah, ada ga ya yg masih seperti kriteria di atas? Mungkin yang lebih mahal banyak :D

Mungkin saat ini, banyak dari kita yang sedang mencari rumah idaman. Kriterianya ya mungkin ga jauh-jauh seperti kriteria dia atas. Tapi ada ga sihhh? ada ga sih??

Ya kalau masih ada, tolong kasih info ya! :D

NB: padahal mau nyelesain proposal thesis, akhirnya buat blog ga jelas :D

Thursday, February 20, 2014

Thesis aka Karya Akhir

Blog kedua hari ini,

Hahahaha, kaya S1 dulu, blog juga mau saya jadiin jurnal perkembangan thesis, selain di evernote.

Yup, Semester ini saya ambil thesis aka Karya Akhir saya di Program MTI-UI. Kebetulan dapat pembimbing Pak Ucok dan Pak Doktor Baru -Mas Harry BS-.

Temanya, yang saya usulkan pertama kali sih mau ambil analisa faktor pendukung dan penghambat tata kelola teknologi informasi dengan studi kasus Ditjen Dikti. Namun dapat masukkan pak ucok untuk lebih dipertegas lagi, karena toh Dikti ga punya tuh yang namanya Tata kelola TI.

Jadi, yang saya mau capture adalah bagaimana saya dapat menyusun atau menentukan Tata kelola TI yang baik bagi Ditjen Dikti dengan berpedoman kepada Teori-teori IT Governance yang ada dan Permendikbud No 99 Tahun 2013 mengenai Tata kelola TI di lingkungan Kemendikbud.

Ga gampang memang, tapi Bisalah!!

Minta doanya ya kawan-kawan :)

Traning VMWare Berujung ke Nostalgia Nge-Blog

Halooo,

Yak, Alhamdulillah keingetan ngeblog lagi.

Kali ini mau cerita tentang pengalaman semingguan ini, 4 hari tepatnya antara tanggal 18-21 Februari 2014. Ngapain aja empat hari itu? Tepatnya di hari ketiga saya menulis pengalaman saya melaksanakan tugas negara yakni pelatihan VMWare.

Apa sih VMWare? baiknya googling sendiri atau cari referensi yang sudah banyak beredar. Tapi saya merekomendasikan teman-teman langsung ke suhu vmware indonesia yaitu mas vavai di alamat vavai.net. Kebetulan training empat hari ini saya langsung ditraining oleh mas vavai.

Jadi, cerita kali ini adalah pengalaman saya training dengan mas vavai namun berujung ke nostalgia blog. Menurut cerita beliau, yang ceritanya saya kagumi, beliau menjalankan bisnisnya yang sekarang ini di www.excellent.co.id adalah hasil dari hobi dia. Apa hobinya?

Ternyata yang saya tangkap, hobi utamanya bukanlah atur jaringan komputer, utakatik zimbra, vmware, dll. Tapi hobi yang paling utama adalah sharing atau berbagi. Dengan hobinya ini mas vavai dapat dengan mudah menjangkau target marketnya dan berhasil menjalankan usaha sendiri dengan keluar dari kerjaan kantoran.

Dimana sharingnya? ya blog, ya internet.

jadi, kebiasaan ngeblog seharusnya jangan ditinggalkan. Kita memang saat ini sudah diguncang oleh aplikasi sosial media micro-blogging. Namun keterbatasan microblogging adalah kita sebagian besar hanya jadi penonton saja dan malah berbagi konten-konten negatif dengan teman-teman kita.

Jadi, ngeblog lagi yuk!!!

Thursday, March 21, 2013

Perguruan Tinggi di Indonesia

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, mengenyam pendidikan tinggi adalah suatu hal yang mewah. Barang tersier sebutannya dalam konsep ekonomi. Walaupun sebagian besar lagi bahkan menganggap sekolah sendiri adalah barang mewah. Pikiran seperti itu mungkin berasal dari orang-orang yang tidak mau maju dan menyerah terhadap problematika kehidupan sehari-hari di Indonesia.

Pendidikan Tinggi di Indonesia dikelola oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud. Dalam sejarahnya, dikti pernah juga menjadi satu pengelolaan dengan pendidikan menengah yang bisa kita kenal dengan sebutan dikmenti.

Saat ini, jumlah perguruan tinggi di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berjumlah 3190 PT yang terdiri dari 92 Perguruan Tinggi Negeri dan 3098 Perguruan Tinggi Swasta. Sementara itu ada juga perguruan tinggi yang dibawah kementerian lainnya. Kementerian Agama contohnya, memiliki binaan PTN dan PTS yang berjumlah sekitar 200an PT. Lalu ditambah dengan kementerian dan lembaga lain, jumlah Perguruan Tinggi Kedinasan/Kementerian lain berjumlah sekitar 493 PT. Dengan jumlah sebanyak itu tentunya masyarakat Indonesia punya banyak pilihan dalam mengenyam pendidikan tinggi.


BANNER FREE MEMBER