Showing posts with label kenangan. Show all posts
Showing posts with label kenangan. Show all posts

Wednesday, January 23, 2008

Anginpun Berbisik [part 1]

Kudengar dibalik senja isyarat-isyarat bergema
kudengar entah suara siapa
melengking melantun doa
kudengar jejak kakimu

ketika engkau tiba-tiba menjelma mantera
terbalut luka mendera
malampun mencari makna;
huruf-huruf diantara bunga
kemudian merangkai kata
bergelantungan bersama embun yang bertahan
pada kelopaknya

ketika gerimis mengetuk pintu menjelang fajar
kudengar anginpun berbisik
hampa mendera di antara kita:
sepi, dan......

(Anginpun berbisik 4 karya Irwan Dwi Kustanto)


Puisi di atas adalah sepenggalan dari buku sajak cinta Anginpun Berbisik yang baru diluncurkan hari ini. Buku ini sendiri adalah hasil dari ciptaan keluarga penyair yang dikepalai oleh Pak Irwan Dwi Kustanto. Uniknya pak Irwan ini adalah seorang tuna netra sejak umur 9 tahun. Beliau bersama keluarganya mulai menciptakan puisi untuk mendukung program seribu buku untuk tuna netra.

Saya sendiri sebenarnya tidak begitu sepenuh hati datang ke peluncuran buku tersebut. Tadinya saya datang karena memenuhi undangan dari kakak-kakak saya dari Mitra Netra yang telah mengadakan acara ini. Dengan perasaan yang tidak enak kalau tidak datang, akhirnya saya yakinkan diri saya untuk pergi ke sana. Lagipula acaranya berkaitan dengan hobby saya juga. Berpuisi.

Sekitar seminggu yang lalu saya dikabari tentang acara ini. Setelah dikabari saya langsung memposting pengumuman acara ini ke SCeLe atau forum di dunia maya, tetapi tidak ada yang berminat untuk hadir. Saya juga telah memasang status tentang pengumuman acara ini, tetapi yang merespon amatlah sedikit. Yah mungkin acara peluncuran buku apalagi buku kumpulan sajak cinta tidak populer di kalangan mahasiswa. Tetapi sekali lagi,karena saya tidak enak kalau tidak datang maka saya putuskan saya akan datang walaupun cuma sendiri. Dan akhirnya saya tidak sendiri, ternyata ada teman yang bisa diajak dari Fasilkom.

Bermodalkan motor saja, dengan uang sepuluh ribu, dan juga bensin yang sudah mulai habis (baca: sekarat) saya langsung berangkat ke Gedung Kesenian Jakarta(GKJ). Saya tidak mengetahui lokasinya. Untung saja ada pak Isro yang bisa menjadi tempat bertanya sehingga saya bisa dengan mudah sampai di lokasi.

Sekitar 40 menit perjalanan ke gedung kesenian Jakarta. Di sana saya berhadapan dengan gedung megah berarsitektur tudor, popular di eropa tahun 1800an. Di sana sudah banyak berjajar mobil-mobil mewah. cepat melintas dalam pikiran saya kalau saya salah tempat. Tetapi tidak. Setelah memarkir motor saya, sayapun langsung masuk ke GKJ, melakukan pendaftaran dan berkeliling melihat GKJ secara lebih teliti.

sungguh ternyata GKJ sarat akan kekayaan budaya. dari mulai budaya lokal sampai budaya interlokal pernah pentas di sana. Gedungnya yang terlihat sangat mewah membantah pikiran saya yang selama ini bahwa gedung ini sudah lama dilupakan dan ditinggalkan. Sungguh bentuk perawatan yang telaten dan dedikasi tinggi pada kebudayaan yang ditunjukkan oleh pengurus GKJ.

di dalamnya saya mulai mencari orang yang saya kenal. Ternyata banyak sekali. Hal ini terjadi karena dulu saya pernah membantu dalam acara National Computer Camp For The Blind. Mba Indah mulai menyapa saya,"eh smile,apa kabar?, mana yang lain?".hehehe, ternyata mba INdah masih ingat saya. Lalu mba Achie, beliau pura2 menawarkan buku kepada saya, tapi akhirnya saya tak tergoda dan dia mulai tertawa dan menyapa saya. "Hai mba Achie,apa kabar? " :)

di dalam auditoriumnya, GKJ tidak kalah dari blitz Megaplex di Plaza Indonesia. Jauh mengalahkan malah. hal ini karena di GKJ sarat akan seni. Tempat yang menyenangkan. Tak pernah puas saya dalam menikmati keindahannya. INgin sekali bertandang lebih sering ke sana. Semoga ada acara menarik lagi di sana.

Acaranya sendiri sangatlah melengkapi keindahan yang saya rasakan. Penampilan dari Rieke diah Pitaloka, Joko Pinurbo, Jodhi Yudono, endah n'ressa, SKOLASTIKA Ansambel, Teater Meldict,Dody, dll sungguh telah menjadikan pentas selama 3 jam itu sebagai satu liburan penuh di semester ini. Tidak menyesal saya datang ke acara ini.

Thursday, January 17, 2008

My Favourite Photo



berorganisasi dalam kebahagiaan dan untuk kebahagiaan

Hidup MAHASISWA!!!

Thursday, December 06, 2007

Cerita Sang Korlap

Malam itu waktu tepat menunjukkan pukul delapan. Waktu dimana ditetapkan menjadi saat pertemuan seluruh kasraters UI. Sebuah momen dimana menjadi saat yang mengherankan sekaligus membanggakan. Ya! Kastareter UI kumpul di Fasilkom. Sebuah fakultas yang paling sedikit menyumbangkan massa saat aksi. Sebuah Fakultas yang tak jarang absen saat aksi sedang berlangsung. Mengherankan dan juga membanggakan. Yah, mungkin kepercayaan ini bisa disambut dengan hal yang positif, bisa menumbuhkan semangat sosial-politik lagi di kalangan mahasiswa. begitulah kira-kira yang ada di pikiran kami saat itu.

Aksi kali ini memang sangat mendadak. tidak adanya pencerdasan ke masyarakat luas, membuat kami hanya melakukan pencerdasan Kasraters, karena memang tim inilah yang merupakan tenaga taktis di saat-saat seperti ini. Dan itupun dirasa belum optimal. Persiapan selama kurang lebih tiga hari pula yang menjadikan kondisi aksi tidak begitu baik. Tapi di balik semua itu, semangat kami masih utuh, masih bisa dibilang baik saat itu, sehingga kondisi ini kami acuhkan saja. Yang terpenting ialah kita tetap maju demi negara. Toh isu yang kami usung benar-benar kami harapkan, benar-benar kami dukung. Yah akhirnya hanya lnilah jalan yang bisa menyalurkan kesetujuan kami saat itu.

Rencana tinggalah rencana. Apa yang kami harapkan tinggalah terbang ke langit lalu menghilang. Pada awalnya kami sudah menginstruksikan kepada ketua BEM/SM fakultas untuk mengirimkan wakilnya ke fasilkom,tapi setelah ditunggu samapai dengan jam 9, tidak ada satupun batang hidung yang muncul. Bau sih sudah ada,tapi bau saja menurut saya belum cukup. Ya sudah terpaksa saya putar rencana ke arah lainnya. Mengefekifkan acara besok dengan mengikuti CEM malam itu. Syukurlah di sana banyak orang. Kalau tidak, kurebus tangan ini hingga tidak bisa bertemu dengan kawannya lagi. Semangat pun muncul kembali.

Tanggal 4 Desember 2007 direncanakan menjadi aksi kami. Dimana terdapat dua gelombang aksi, delegasi pagi dan aksi siang. Dan saya lah yang bertanggung jawab saat sesi pagi. jam 6 pagi pun menjadi waktu keberangkatan kami. Tapi kata apa yang pantas untuk dikatakan, kita tidak mendapat izin dari Allah SWT saat itu. Hal ini dikarenakan hujan yang terus mengguyur bumi sejak sore kemarin. Hujan ini pula yang menyebabkan Fasilkom banjir dan sampai saat ini dalam keadaan darurat. Soalnya pusat pemerintahan Fasilkom berpindah karena hal ini :) .
jam 7 akhirnya kami sudah sampai di halte psikologi. Kami berempat berasal dari fasilkom dengan penuh semangat hadir di tempat tanpa kehadiran teman-teman yang lain. Ternyata kita lebih semangat, pikir kami.

secara lengkap sampai keberangkatan kami jam 10 pagi. ya ngaret 3 jam! kami tetap setia menunggu teman-teman yang lain. tetap setia menunggu di halte itu. puluhan kali bikun sudah kami lihat. TEtapi belum ada orang juga. Orang-orang yang datang pun sering kali pergi-pergi kembali sehingga kami tergolek lemas di pojok halte itu. Ini mah tadi gw mestinya kuliah dulu, cetus teman saya. Ya, saya juga setuju. Kalau pergerakan mahasiswa nggak pernah maju, kapan Indonesianya maju? (jangan ngomong doang loe mel!).

Akhirnya saya dan teman-teman pun maju ke medan perang. Bermodalkan kuda besi kita siap untuk melesat cepat ke tempat itu. Dan inilah saat-saat kedodolan sang koordinator. saya lupa. saya lupa menginstruksikan kepada teman-teman yang lain untuk tidakbergerombol saat masuk ke gedung dpr/mpr. Kami masuk lewat belakang karene pintu depan telah ditutup oleh semangat kepal dan suara teman-teman kami lainnya. Tanpa kami lihat apa aksi mereka itu ditunggani atau tidak, kami tetap menghormati perjuangan mereka. Tapi saya tetap tidak respect terhadap apa yang namanya provokator negatif. Di pintu gerbang, akhirnya kami ketahuan oleh petugas penjaga. Alhasil mereka menahan kami. Sebagai delegator,saya dan satu teman saya masuk ke dalam gedung DPR/MPR untuk bernegoisasi dengan humas DPR/MPR untuk menawar jumlah orang yang masuk. KArena saat itu yang boleh masuk hanyalah kami berdua.

lama bernegoisasi, kami tidak mendapatkan apa yang kami inginkan. Akhirnya hal ini kami konsultaskan ke ketua BEM UI. dia kecewa, saya juga kecewa, karena tidak bisa membawa masuk semangat teman-teman saya yang sedari malam tadi telah berkobar. dan akhirnya kami berdua masuk ke dalam ruang rapat di Nusantara II. hanya berdua mengenakan jaket kuning sangat beresiko. Tatapan tajam dari semua pihak pun meluncur deras.

Waktu pun berjalan. Teman saya ingin bergantian dengan Bang Dika selaku ketua BEM UI saat itu. Tapi, ternyata setelah dia keluar, agenda BLBI yang kami soroti dimulai juga. Dan 15 menit kemudian keluarlah keputusan tentang kasus itu.DPR menggunakan hak interpelasinya terhadap kasus BLBI. Dan saya sendiri saat itu. sepi. senang sendiri. dan takut sendiri pula. berpasang mata menuju lurus ke jaket ini. Untung saja ada teman dari unsur wartawan, jadi ada teman untuk ngobrol.

Begitu susahnya pegerakan mahasiswa
lebih susah lagi jika kami tidak bergerak

tapi
tangan dan kaki ini akan senantiasa bergerak
berdenyut konstan tanpa batas

demi kemajuan Indonesia.

titik

bantu kami ya Robbi..



~ setelah aksi ini,motor pun berlari kencang ke kampus
~teringat ada teman-teman dari STIKOM Surabaya ingin berkunjung ke Fasilkom
~akhirnya datang juga saya saat presentasi. dengan keadaan tidak siap apalagi belum sempat mandi pagi
~untung mereka tidak sadar ^_^

Friday, April 27, 2007

Pemira 2006

Masih teringat satu tahun yang lalu. Masa yang takkan pernah terlupakan. Dan nggak mungkin dilupakan, apalagi buat staff gw karena gw belum nepatin janji gw. Maaf buat Tio, Sari, Femphy, Yud1, Hendra, Eva, Arief, Yenny, Fithri, Erwanto, Salman, dll

Btw, masih inget kan masa-masa itu teman-teman Fasilkom UI. Nih sedikit dokumentasi fotonya.


pokonya seru deh...
dari mulai verifikasi, kampanye, debat, pemungutan, dan penghitungan suara, semuuanya berkesan banget.

Thank you buat yang udah mendukung. Mau terus mendukung?

Monday, February 26, 2007

sfa40....Dalam Kenangan

Setahun telah berlalu. Tak terasa waktu bergulir begitu cepat setelah kepergian sahabat kita, Siti Fatihatul Aliya, pergi meninggalkan dunia yang fana ini menuju kembali kepada yang Maha Kuasa Allah SWT.



Berikut tulisan terakhir beliau dalam blog pribadinya:
Tuesday, 29 November 2005
Subhanallah....

Hari Rabu tanggal 30 November 2005 jam 10.30 di dalam bis patas AC 82 di jalan tol podomoro, menuju kampus (lagi ga ada kuliah pagi). Saat itu aku sedang melihat keluar jendela bus. Sesuatu telah membuatku terkesima, sesuatu yang sangat indah, bahkan menurutku its just too good to be true...but its true... Indahnya seperti lukisan. Aku benar-benar terperanga karenanya. Belum pernah aku melihatnya. Langit yang begitu luas dipenuhi oleh awan putih, sangat putih, seputih kapas...bentuknya pun seperti kapas yang melayang di udara....sangat indah...Tak henti-hentinya ku mengucap "Subhanallah"... Baru kali ini aku melihat --atau menyadari?-- bahwa langit di pagi menjelang siang sangatlah indah...Mungkin karena selama ini waktu-waktu seperti itu aku lewati di dalam gedung kampusku. Sehingga aku tak tahu kalau langit di luar bisa memanjakan mata ini. Hal itu membuat perjalanan ke kampus hari ini agak berbeda. Tidak membosankan, tidak membuatku mengantuk.

Semoga cerahnya langit hari ini bisa mengusir mendung yang ada di hatiku ini...

Sungguh indah luar biasa Maha Karya-Mu ya Allah...Subhanallah...Alhamdulillah...segala puji bagi Allah yang telah menciptakan nikmat yang begitu indah...

Sudahkan kau melihat keindahan Maha Karya Tuhanmu dan mensyukurinya...?

--pk.13.14 wib @labkom csui, 301105

Setahun sudah...Semoga Arwah beliau diterima di sisi Allah swt, dan kita bisa dipertemukan dengan yaya di Surga-Nya kelak...Aminn....