Saturday, November 18, 2006

Aksi BEM UI (Tolak Neo-Kolonialisme)

Sebenernya gw mau cerita banyak, tapi karena si sidik udah cerita,ya gw tinggal nambahin aja.

Yup...lagi-lagi gw ikut aksi. Memang aksi nggak bisa dipisahkan sama gw. Seperti halnya bermain bola, aksi memang menjadi rutinitas gw. Bukan berarti gw hobi aksi, tetapi gw seneng aja kalo ikut serta mengingatkan pemerintah. Bagi gw aksi itu seperti hidayah yang diberikan Allah swt terhadap hambaNya. Hidayah sebagai pengingat kalau perbuatan yang dilakukan oleh hambaNya itu salah. Masalah sang hamba itu mau apa tidak mengikuti jalan yang benar, itu bukan maslah gw tapi masalah sang individual dia. So, menurut gw aksi itu nggak salah koq. Yang salah ialah ketika kita harus diam dengan mulut ternganga, melihat semuanya berjalan dengan tidak benar. Dan dia dengan enaknya kalau memvonis bahwa aksi ialah perbuatan yang tidak berguna.

Aksi atas garda BEM UI ini, bertujuan untuk menentang sikap pemerintah yang terlalu berlebihan dalam menyambut presiden USA George W Bush dalam lawatannya ke Indonesia. Selain itu, BEM UI juga menolak tindakan penjajahan gaya baru yang diusung oleh USA dan sekutunya (Neo-Kolonialisme).

Berbeda dalam aksi yang pernah gw ikuti, dalam aksi kali ini gw bertugas untuk meliput jalannya aksi dengan mengunakan handycam milik Dirga. Berbeda karena biasanya saya hanya bertugas sebagai border dan bunker. Menjadi peliput atau kerennya kameramen, membuat gw harus bisa mengambil gambar dengan bagus dan mendokumentasikan event-event yang penting. Berat memang mengingat gw belum pernah melakukan hal ini.

Pada sesi pertama (tempat Bundaran Psikologi UI) tidak banyak gambar yang saya ambil. Di sini saya hanya mengambil gambar orasi-orasi dari penanggung jawab aksi-habiebie- dan orasi dari sospol-kristian-tentang penjelasan aksi. Terekam pula beberapa gambar yang berisikan mahasiswa-mahasiswa Fasilkom UI.

Pada sesi kedua (jalan Salemba) banyak gambar yang saya ambil. Diantaranya ialah gambar ibu-ibu tua yang dengan semangatnya mendukung aksi mahasiswa kali ini. pada ibu itu saya ambil gambar dekat, terlihat matanya berlinang, terlihat sedih, dengan gagah dia mengangkat tangannya ke atas sebagai simbol perjuangan.....barangkali di dunia ini, banyak yang seperti ibu ini, walaupun sudah tua, tapi semnagatnya masih muda dan membara..Terima kasih ibu atas dukungannya, dan terima kasih atas dua dus aqua yang ibu berikan. Doakan kita meraih kemenangan..dan negri ini bisa maju..amiennnn...

Pada sesi ketiga(Bundaran HI sampai ???) terdapat banyak gambar yang isinya tentang pergerakan mahasiswa. Ribuan mahasiswa berjalan dengan gagahnya dari bundaran HI menuju Istana Negara. Tapi pada sesi ini hanya sedikit gambar yang saya ambil, mengingat daya tahan batere pada handycam tidak mencukupi lagi. Menyesal memang, andai saja baterenya tahan lama, mungkin akan ada sesi selanjutnya...

Aksi kali ini takkan pernah terlupakan......masih teringat ketika..
Mengambil gambar ibu itu.....
naik ke jembatan dan mengambil gambar.....
berlarian di bundaran HI...............
Mengejar bis, karna saya sok-sokan turun dari bis untuk mengambil gambar.....
Bercanda dengan para wartawan.....
berkumpul pada satu titik bersama wartawan.....
naik ke mobil sound dan mengambil gambar......
meliput teman-teman FASILKOM yang naik di atas bis.....
Bisa bebas, pergi ke mana saja, serasa Bundaran HI adalah milik saya....
Bersalaman dengan pak polisi yang baik itu.....

Masih banyak lagi yang tak terlupakan...rasa lelah ini tak ada artinya jika dibandingkan dengan pengalaman yang kudapat. Tak pernah menyesal...............


aduh enaknya jadi wartawan........
mungkin suatu saat gw bisa nyambi jadi wartawan lepas.....
mungkin suatu saat gw punya kamera yang bagus yang membuat iri hati ini.....

terima kasih Allah...
sungguh karuniaMu teramat besar..........

Ps: foto-foto dan videonya menyusul.....

4 comments:

yud1 said...

euh... sayangnya yang terlihat
(di media) adalah

'rombongan massa dan mahasiswa menolak kedatangan bush'

padahal agenda yang ada dari pencerdasannya tidak demikian.

btw, dengar-dengar agendanya jadi agak melenceng di jalan, menjadi 'tolak kedatangan bush'... konfirmasi?

anyway, pendapat saya saja =)

Franova Herdiyanto said...

sebenernya sama agendanya yaitu tolak neo-kolonialisme dan penyabutan berlebihan...
tapi karna ada BEM-BEM yang salah tempat which is trisakti,bsi,moestopo,dll selain UI and UNJ, jadinya agak sedikit melenceng....
tapi pas penyebaran pamflet and pembacaan deklarasi mahasiswa,,agendanya bener koq....


~aniwei lain kali gw lebih prefer sama aksi yang jalan sendiri..gak usah BEM gabungan...susah koordinasinya..

bem_bsi said...

mengenai BEM BSI, hrp hub.i HUMAS 08569915552! jangan asal komen dong klo lom kenal BEM BSI! tggu tgl main'y, BSI akan ada di seluruh Indonesia bersama dengan anak2 bangsa yang berintelek dan g' asal ngomong!!

Franova Herdiyanto said...

oops...sorry kalau salah. itu komentar saya dua tahun yang lalu,mungkin sekarang berubah.

tapi pada intinya aksi yang tidak terkoordinasi akan membuyarkan agenda aksi itu sendiri. Dan kala itu memang yang berkoordinasi hanya dari UI dan UNJ, sementara dari universitas lain membawa agenda yang berbeda namun ingin ikut bergabung, Hal ini tentunya menyebabkan tidak konsistennya suara mahasiswa yang saat itu menentang penyambutan yang berlebihan bukan penolakan kedatangan bush..

ya sudah, ditunggu mahasiswa-mahasiswa dari bsi untuk berkonribusi dan berkoordinasi lain kali.

terima kasih